Pemkot Makassar Tertibkan Aktivitas Bongkar Muat di Veteran Utara

  • 22 Mei 2026 14:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, mulai mengambil langkah penataan dan penertiban terhadap aktivitas pedagang kaki lima (PK5), khususnya pedagang bongkar muat dan penjual sayur mayur yang selama ini menggunakan badan jalan dan trotoar di sekitar Pasar Kalimbu, Jalan Veteran Utara.

Camat Bontoala, Patahulla, mengatakan langkah tersebut bukan sekadar memindahkan pedagang, tetapi juga menciptakan ruang kota yang lebih tertib tanpa mematikan aktivitas ekonomi masyarakat. “Jadi untuk para pedagang bongkar muat di sepanjang Jalan Veteran Utara itu, kita awasi lewat penertiban. Dan proses ini tentu sudah melalui tahapan sosialisasi,” ujar Patahulla, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penataan dilakukan melalui pendekatan persuasif dan humanis dengan mengedepankan dialog, edukasi, serta empati kepada para pedagang tanpa tindakan represif. Strategi tersebut dinilai efektif membangun komunikasi yang baik sehingga pedagang lebih kooperatif mengikuti proses relokasi.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar menghadirkan kawasan pasar yang lebih tertib, aman, nyaman, sekaligus mengurangi kemacetan dan kesemrawutan di sepanjang Jalan Veteran Utara. “Kami telah menyampaikan surat pemberitahuan sekaligus tenggat waktu kepada seluruh pelaku usaha bongkar muat dan pedagang sayur mayur yang beraktivitas di kawasan Pasar Kalimbu dan sekitarnya,” tuturnya.

Penataan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Makassar pada Rabu (13/5/2026) terkait penataan dan penertiban PK5 di area Pasar Kalimbu. Dalam surat pemberitahuan tersebut, para pedagang diminta membongkar sendiri dan mengosongkan lokasi aktivitas jual beli di sepanjang Jalan Veteran Utara dan kawasan sekitar Kelurahan Wajo Baru. Pemerintah memberikan waktu selama tujuh hari sejak surat diterbitkan hingga 20 Mei 2026.

Seluruh aktivitas bongkar muat dan jual beli diwajibkan direlokasi ke Terminal Mallengkeri, Kecamatan Tamalate.

“Batas waktunya sampai hari ini, 21 Mei. Jadi mulai malam ini tidak ada lagi aktivitas bongkar muat dan penjualan di sepanjang Jalan Veteran Utara. Semua sudah dialihkan ke Mallengkeri,” tegasnya.

Selama ini, aktivitas pasar tumpah di kawasan tersebut berlangsung mulai pukul 23.00 Wita hingga pagi hari dan kerap menimbulkan kemacetan serta mengganggu pengguna jalan. Patahulla menegaskan, apabila setelah batas waktu yang ditentukan masih ditemukan aktivitas bongkar muat maupun jual beli di lokasi lama, maka tim terpadu akan melakukan tindakan penertiban sesuai aturan yang berlaku. “Kalau nanti tim turun dan masih ada yang didapat, tentu akan dilakukan imbauan. Kalau tidak diindahkan, mobilnya akan digembok oleh Dishub dan dilakukan tilang,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam proses penataan tersebut. Menurutnya, sosialisasi kepada para pedagang telah dilakukan secara maksimal. Ia menambahkan, relokasi ke Terminal Mallengkeri bukan hal baru karena sebelumnya para pedagang pernah menempati lokasi tersebut. Namun saat itu sebagian pedagang kembali berjualan di Jalan Veteran Utara karena fasilitas terminal dinilai belum memadai.

“Nah, ketika mereka kembali, PD Terminal diberikan kesempatan melakukan pembenahan,” katanya.

“Sekarang fasilitasnya sudah siap, sehingga diharapkan semua pelaku usaha bongkar muat kembali lagi ke Terminal Mallengkeri. Berjualan secara gratis di fasilitas Pemerintah Kota,” lanjutnya. Menurut Patahulla, Terminal Mallengkeri kini telah dibenahi secara menyeluruh mulai dari pengaspalan area, fasilitas penerangan hingga kesiapan fasilitas pendukung lainnya.

“Terminal Mallengkeri sudah sangat siap menerima para pedagang. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak menempati lokasi itu,” ujarnya. Berdasarkan data PD Terminal, hingga saat ini sudah ada sekitar 140 pedagang yang mendaftarkan diri untuk menempati lapak di Terminal Mallengkeri. Pendaftaran dilakukan agar penempatan lokasi pedagang dapat diatur dengan baik.

Selain itu, pemerintah memastikan pada tahap awal relokasi para pedagang belum dibebankan biaya apapun. Pemerintah Kecamatan bersama PD Terminal memberikan dispensasi sebagai bentuk dukungan terhadap proses adaptasi pedagang di lokasi baru. “Kita sudah sampaikan ke PD Terminal, untuk tahap sosialisasi ini jangan dulu ada biaya-biaya yang dibebankan karena ini masih proses peralihan,” ucapnya.

Terkait kapasitas terminal, pihaknya menyebut area Terminal Mallengkeri masih mampu menampung seluruh aktivitas pedagang bongkar muat yang sebelumnya berada di Jalan Veteran Utara.

“Dari sekitar 300 mobil yang terdata di sepanjang Jalan Veteran Utara, Terminal mengatakan masih bisa ditampung karena area terminal cukup luas,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....