Dandim 1422/Maros Genjot Pembangunan KDKMP, Titik Ke-45 Dimulai di Kelurahan Raya

  • 14 Mei 2026 17:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Upaya percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Maros terus bergerak masif. Setelah sebelumnya melakukan peletakan batu pertama di sejumlah wilayah, Komandan Kodim (Dandim) 1422/Maros, Letkol Arm Agung Yuhono kembali memimpin peletakan batu pertama pembangunan KDKMP di Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale, Kamis, 14 Mei 2026.

Pembangunan tersebut menjadi titik ke-45 dari total 103 titik pembangunan koperasi yang ditargetkan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Maros. Program ini mencakup 80 desa dan 23 kelurahan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung sederhana namun penuh semangat gotong royong. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Dinas Koperasi Kabupaten Maros, Pemerintah Kecamatan Turikale, aparat kelurahan, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Letkol Arm Agung Yuhono menegaskan bahwa pembangunan KDKMP bukan sekadar pembangunan fisik gedung koperasi, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat bawah. “Pada pagi hari ini kami bersama Dinas Koperasi Kabupaten Maros dan Pak Camat Turikale melaksanakan peletakan batu pertama KDKMP di Kelurahan Raya. Ini merupakan titik bangun yang ke-45,” ujarnya.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan koperasi terus dilakukan karena program tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Menurutnya, koperasi nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat simpan pinjam, tetapi juga menjadi ruang pengembangan UMKM, distribusi kebutuhan pokok, hingga penguatan usaha produktif masyarakat.

“Di Kabupaten Maros sendiri ada 103 titik yang harus dibangun. Alhamdulillah di Kelurahan Raya ini ada lahan dan kami juga dibantu Pak Camat untuk mendapatkan lokasi pembangunan,” katanya.

Tantangan Lahan Jadi Kendala Utama

Di balik percepatan pembangunan tersebut, persoalan lahan menjadi tantangan yang cukup besar di sejumlah wilayah. Hal itu juga sempat terjadi pada pembangunan KDKMP di Kelurahan Raya.

Pemerintah Kecamatan Turikale mengungkapkan bahwa proses penentuan lokasi pembangunan harus melalui pengecekan tata ruang secara detail untuk memastikan lahan tidak masuk kawasan pertanian yang dilindungi.

Camat Turikale menjelaskan, lahan yang digunakan merupakan aset pemerintah yang berada di lingkungan Talamangape, Kelurahan Raya. Awalnya lahan tersebut diperkirakan masuk kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Awalnya kami perkirakan lahan ini masuk LP2B, tetapi setelah dicek di tata ruang ternyata masuk zona permukiman, bukan lahan baku sawah maupun lahan pertanian berkelanjutan. Jadi bisa dimanfaatkan untuk pembangunan,” jelasnya.

Kepastian status lahan itu menjadi titik penting sehingga pembangunan akhirnya dapat segera dilaksanakan. Pemerintah kecamatan juga memastikan akan memberikan dukungan infrastruktur guna mempercepat penyelesaian pembangunan.

Dengan dimulainya pembangunan di Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale kini telah memiliki lima titik pembangunan KDKMP. Sebelumnya pembangunan serupa telah berjalan di Taroada, Tunggeng, Pettuadae, dan Boribellaya.

Menurut Camat Turikale, saat ini hanya tersisa dua kelurahan yang masih dalam tahap persiapan pembangunan.

“Sisa dua kelurahan lagi yang sementara dipersiapkan, yakni Kelurahan Alliritengae dan Kelurahan Turikale,” ungkapnya.

Percepatan pembangunan di Kecamatan Turikale dinilai cukup signifikan dibanding sejumlah wilayah lain di Maros. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, TNI, hingga masyarakat setempat.

Sementara itu, Dinas Koperasi Kabupaten Maros menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kodim 1422/Maros dalam menyelesaikan target pembangunan KDKMP di seluruh wilayah Kabupaten Maros. Menurut mereka, keterlibatan TNI dalam percepatan pembangunan memberi dampak besar terhadap kelancaran program, terutama dalam koordinasi lapangan dan mobilisasi masyarakat.

Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada, terutama terkait penyediaan lahan yang sesuai aturan tata ruang. Namun seluruh pihak sepakat untuk terus mencari solusi agar target pembangunan tetap tercapai sesuai jadwal. “Yang jelas kami tetap semangat dan terus bersinergi dengan TNI, khususnya Kodim 1422/Maros. Target yang sudah ditetapkan harus tetap berjalan,” ujar perwakilan Dinas Koperasi.

Program KDKMP sendiri menjadi salah satu program strategis yang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Kehadiran koperasi tersebut nantinya diharapkan mampu menciptakan pusat ekonomi baru yang berbasis kebersamaan dan gotong royong masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....