Bisnis Laundry Sulsel Tertekan Kenaikan Harga Bahan Baku
- 13 Mei 2026 23:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya jasa laundry di Sulawesi Selatan tengah menghadapi tantangan berat akibat fluktuasi ekonomi global. Kenaikan harga bahan baku seperti deterjen dan plastik kemasan yang melonjak hingga hampir 100 persen memaksa para pelaku usaha untuk memutar otak agar tetap bertahan tanpa kehilangan pelanggan.
Ketua Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) DPD Sulawesi Selatan, Amran Nuruddin Yasin, mengungkapkan bahwa meskipun biaya produksi naik, permintaan pasar terhadap jasa laundry di Makassar tetap tinggi. Menurutnya, gaya hidup masyarakat yang semakin praktis membuat laundry bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan utama bagi mahasiswa maupun pekerja kantoran.
Untuk menyikapi kenaikan modal, Amran menjelaskan bahwa asosiasi telah memberikan edukasi kepada para anggotanya mengenai struktur biaya. Penyesuaian harga dianggap perlu, namun harus dibarengi dengan peningkatan nilai tambah layanan agar pelanggan tidak merasa keberatan dengan tarif baru yang ditetapkan.
"Sejak kenaikan harga bahan baku, kami di asosiasi melakukan edukasi bagaimana membuat layanan yang adaptif tanpa harus memberikan harga yang mengagetkan. Penting bagi pengusaha untuk paham menghitung struktur biaya agar bisa menentukan margin yang tepat," ujar Amran dalam program Teras UMKM di RRI Pro 4 Makassar.
Amran juga menambahkan bahwa inovasi seperti meracik deterjen sendiri atau menyediakan layanan khusus (perpis) dapat menjadi solusi menjaga keuntungan. Ia menekankan bahwa dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, ketelitian dalam mengelola pengeluaran operasional adalah kunci utama agar bisnis laundry tetap eksis dan menguntungkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....