Jepa, Kudapan Tradisional Sebagai Pangan Alternatif Pengganti Nasi
- 10 Mei 2026 08:55 WIB
- Makassar
RRI.Co.ID, MAKASSAR – Lonjakan harga beras di pasaran mulai mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk bagi warga perantauan asal Mandar yang menetap di Kota Makassar. Sebagai solusi menghadapi tekanan ekonomi, mereka kini kembali melirik Jepa, kudapan Tradisional berbahan dasar singkong dan parutan kelapa, sebagai pangan alternatif pengganti nasi yang lebih ekonomis namun tetap bergizi.
Bagi warga Mandar, Jepa bukan sekadar kudapan biasa, melainkan warisan nenek moyang yang dikenal mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Di tengah situasi harga komoditas pokok yang tidak menentu, Jepa menjadi pilihan rasional karena bahan bakunya dari ubi kayu atau singkong, masih sangat mudah didapatkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan beras premium.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Ma’nawiyah, seorang warga asal Mandar yang kini berdomisili di Makassar. Ia mengaku kini lebih rutin mengolah singkong menjadi Jepa untuk disajikan kepada keluarganya di rumah. Menurutnya, membuat Jepa sendiri menjadi strategi jitu untuk menekan pengeluaran dapur tanpa mengurangi kualitas asupan karbohidrat harian.

"Sejak harga beras naik, saya lebih sering bikin Jepa sendiri di rumah. Selain karena bahan singkong lebih murah di pasar, rasanya juga enak dan bikin kenyang lebih lama. Bagi kami orang Mandar di perantauan, ini bukan cuma soal hemat, tapi juga obat rindu kampung halaman," ujar Ma'nawiyah saat ditemui di kediamannya.
Secara teknis, pembuatan Jepa memerlukan ketelatenan. Singkong diparut halus, lalu diperas airnya untuk menghilangkan zat yang tidak diperlukan, kemudian dicampur kelapa parut dan dipanggang di atas piring tanah liat. Ma'nawiyah menjelaskan bahwa Jepa buatannya kerap disandingkan dengan Bau Peapi (ikan masak khas Mandar) atau cukup dicocol dengan gula aren untuk menambah cita rasa manis-gurih yang autentik.
" Lebih dari sekadar pengganjal perut, Jepa merupakan warisan budaya dari nenek moyang etnis Mandar yang memiliki nilai sejarah tinggi", Ucapnya. Upaya pelestarian makanan tradisional ini kini mendapatkan momentumnya kembali di tengah tantangan ekonomi. Jepa membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menjadi jawaban atas ketahanan pangan masyarakat di saat komoditas utama seperti beras mengalami ketidakstabilan harga.
Fenomena kembalinya masyarakat mengonsumsi Jepa menunjukkan bahwa kearifan lokal mampu menjadi benteng ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Selain sebagai upaya pelestarian budaya etnis Mandar, diversifikasi pangan berbasis ubi kayu ini terbukti efektif membantu warga tetap bertahan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kian melonjak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....