Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional, Bukti Harmoni di tengah Keberagama

  • 03 Mei 2026 17:43 WIB
  •  Makassar

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Makassar — Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia untuk kategori kota berpenduduk di atas satu juta jiwa.

Pengakuan ini merujuk pada rilis SETARA Institute melalui peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) yang digelar di Jakarta pada 22 April 2026. Penilaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga harmoni antarumat beragama melalui regulasi, kebijakan, serta praktik sosial di masyarakat.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, Arifuddin Ahmad, mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil dari kolaborasi kuat antara pemerintah, birokrasi, dan masyarakat.

“Kepemimpinan memberikan arah kebijakan yang inklusif, birokrasi menjalankan program secara konsisten, dan masyarakat turut menjaga nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Makassar kini sejajar dengan sejumlah kota besar lain seperti Semarang, Surabaya, Bandung, hingga Medan, yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa studi IKT telah dilakukan secara konsisten sejak 2015 untuk mengukur praktik terbaik dalam membangun kota yang inklusif dan toleran.

Ia mengungkapkan, capaian Makassar menunjukkan lonjakan signifikan. Dari posisi ke-52 pada IKT 2024, Makassar melonjak 43 peringkat menjadi posisi ke-9 nasional pada IKT 2025.

“Lompatan ini menunjukkan adanya kemajuan nyata dalam praktik dan kebijakan yang mendukung toleransi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Makassar, Fathur Rahim, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, bukan sesuatu yang instan.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari fasilitasi perayaan hari besar keagamaan, pemberian hibah kepada organisasi keagamaan, hingga penguatan peran FKUB sebagai ruang dialog dan mediasi.

Selain itu, Pemkot Makassar juga menggandeng Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menetapkan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai wilayah percontohan sejak Maret 2026.

Program ini bertujuan membangun ekosistem sosial inklusif dari tingkat akar rumput dengan menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Capaian ini juga diperkuat dengan diraihnya Harmony Award 2025 oleh FKUB Makassar, sebagai indikator keberhasilan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Fathur menegaskan, prestasi tersebut bukan sekadar capaian administratif, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjadikan Makassar sebagai kota yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warganya.

“Ini adalah upaya bersama untuk memastikan Makassar tetap menjadi rumah yang damai bagi semua,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....