Hardiknas 2026, Pemkot Makassar Tambah Insentif Guru dan Perkuat Fasilitas Siswa
- 03 Mei 2026 17:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat dedikasi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul
“Hardiknas adalah momentum penting untuk refleksi, meneguhkan komitmen, dan menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional,” ujar Munafri saat upacara di Lapangan Karebosi, 2 Mei 2026.
Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Pemkot Makassar menghadirkan sejumlah program strategis sebagai “kado” bagi masyarakat.
Salah satu langkah utama adalah penambahan alokasi anggaran pendidikan untuk menjawab kebutuhan dasar sekolah, serta peningkatan insentif bagi tenaga pendidik—terutama guru yang bertugas di wilayah kepulauan dengan berbagai keterbatasan akses.
Selain itu, komitmen pendidikan inklusif juga diwujudkan melalui pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS), sebagai upaya menekan angka putus sekolah.
Momentum Hardiknas tahun ini juga ditandai dengan peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026, yang dirancang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Munafri menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan kota yang inklusif dan berdaya saing. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan.
“Pendidikan bagi semua warga adalah cita-cita besar kita. Kita ingin Makassar menjadi salah satu daerah dengan kualitas pendidikan terbaik di Indonesia,” tegasnya.
Sebagai bentuk keberpihakan terhadap tenaga pendidik, Pemkot juga telah memberikan insentif khusus bagi guru di wilayah kepulauan, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.
Di sisi lain, pemerintah juga memprioritaskan revitalisasi sekolah unggulan serta pembenahan infrastruktur pendidikan, termasuk fasilitas belajar yang layak bagi siswa.
Munafri turut menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter, akhlak, serta muatan budaya lokal dalam kurikulum, di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Ia juga mengingatkan perlunya pengawasan penggunaan gadget pada anak-anak karena berpotensi memengaruhi interaksi sosial dan perkembangan karakter.
“Penggunaan gadget yang berlebihan sudah terlihat dampaknya, baik jangka pendek maupun menengah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan bahwa Hardiknas menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga pendidik.
Menurutnya, tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, selaras dengan visi pembangunan Makassar melalui konsep MULIA—pelayanan publik yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Aliyah juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama di tengah perkembangan teknologi yang pesat, termasuk perlunya pengawasan bijak terhadap penggunaan gadget pada anak.
“Pendidikan bermutu hanya bisa terwujud jika semua pihak terlibat aktif,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....