Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Wali Kota Makassar Gaungkan Pendidikan Inklusif

  • 03 Mei 2026 08:23 WIB
  •  Makassar

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Hal ini disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 di Lapangan Karebosi.

Dalam upacara tersebut, Wali Kota membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Turut hadir Ketua TP PKK Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, unsur Forkopimda, OPD, serta tenaga pendidik.

Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat, menciptakan suasana khidmat dan penuh makna.

Dalam amanatnya, Munafri menekankan bahwa Hardiknas menjadi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional. Ia menyebut pendidikan sebagai proses yang dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang, serta bertujuan memanusiakan manusia.

“Inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia itu sendiri,” ujar Munafri.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk peradaban yang bermartabat.

Dalam konteks pembangunan nasional, ia menyinggung arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul.

Lebih lanjut, pemerintah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menjalankan lima kebijakan strategis, yakni:

Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Pada 2025, program ini telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, serta penggunaan papan interaktif digital di lebih dari 288.000 sekolah.

Kedua, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi, serta pelatihan di bidang pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, koding, kecerdasan artifisial, dan kepemimpinan.

Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui lingkungan belajar yang aman dan sehat, termasuk program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, pengembangan STEM, serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kelima, perluasan akses pendidikan inklusif melalui berbagai jalur seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, serta penguatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.

Munafri menambahkan, dalam 18 bulan terakhir pemerintah telah memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni pola pikir maju, mental kuat, dan misi yang jelas.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari bersama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....