Sulsel Akan Miliki Drone Sprayer, Semprot Satu Hektare Sawah 30 Menit
- 21 Apr 2026 19:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Sulawesi Selatan mulai memasuki era pertanian berbasis teknologi dengan memanfaatkan drone sprayer untuk pemupukan dan pengendalian hama di lahan sawah. Inovasi ini diklaim mampu menyemprot satu hektare lahan hanya dalam 30 menit, jauh lebih efisien dibanding cara konvensional.
Nur Alam H, Plt. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah mengalokasikan beberapa unit drone sprayer ke Sulsel. "Satu hektare itu bisa cuma sekitar 30 menit penyemprotan di lahan satu hektare," kata Nur Alam dalam dialog Kiprah Sulsel di RRI Pro 1 Makassar, Senin, 20 April 2026.
Pemerintah Provinsi Sulsel juga menganggarkan pengadaan minimal satu unit drone sprayer sebagai proyek percontohan. Unit tersebut saat ini masih dalam proses pemesanan dan diperkirakan siap dioperasikan pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Nur Alam mengingatkan bahwa pengoperasian drone sprayer tidak bisa dilakukan sembarangan. Harganya yang setara satu unit mobil menuntut operator yang benar-benar terlatih dan bertanggung jawab agar alat tidak rusak atau disalahgunakan.
Pembiayaan modernisasi alat pertanian di Sulsel mengandalkan strategi kolaborasi antara APBN dan APBD. Alat-alat yang sudah masuk skema pengadaan Kementerian Pertanian seperti combine harvester, traktor, dan drone sprayer diupayakan penyerapannya secara maksimal. Kebutuhan yang belum tercukupi, seperti sumur bor, dianggarkan melalui APBD Provinsi.
Dukungan Gubernur Sulsel disebut menjadi faktor penting dalam memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Hal ini krusial di tengah tekanan pemotongan transfer keuangan daerah yang memaksa Pemprov melakukan penyesuaian anggaran.
Stok beras Sulsel saat ini dinilai cukup stabil, baik di gudang Bulog maupun di penggilingan beras. Meski demikian, Nur Alam meminta agar semua pihak tidak lengah dan terus memaksimalkan seluruh potensi lahan produktif yang tersedia menghadapi musim kemarau.
Nur Alam menegaskan modernisasi alat pertanian adalah keharusan untuk menjawab tantangan berkurangnya tenaga kerja pertanian sekaligus memaksimalkan waktu tanam dan panen. Dengan modernisasi, target produksi dalam rangka swasembada pangan dinilai semakin realistis untuk dicapai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....