Pelatihan Kewirausahaan Dorong UMKM Sulsel Kuasai Pasar Digital
- 21 Apr 2026 18:52 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Sulawesi Selatan dinilai masih menghadapi hambatan serius dalam pemasaran, meski kemampuan produksi mereka sudah memadai. Founder Pilar Niaga Mandiri, Irham Irwan Pasanri, menyebut banyak UMKM lokal yang pandai memproduksi tetapi tidak tahu cara menjual produknya secara efektif.
Pernyataan itu disampaikan Irham dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Makassar, Senin, 20 April 2026. Ia menjelaskan bahwa pergeseran pasar dari konvensional ke digital kini semakin nyata dan tidak bisa diabaikan oleh pelaku UMKM mana pun. "Banyak orang bisa memproduksi produk mereka, tapi tidak tahu bagaimana menemukan pembeli," ujar Irham. Ia menambahkan, masih banyak pelaku UMKM yang belum memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran utama mereka.
Irham memaparkan perbedaan antara pemasaran konvensional dan digital. Jika pemasaran konvensional seperti baliho dan banner memerlukan anggaran besar, pemasaran digital justru bisa dilakukan dengan biaya minimum namun mampu menghasilkan jangkauan pasar yang jauh lebih luas, bahkan hingga ke tingkat ekspor.
Menurutnya, kunci sukses masuk ke ranah digital bukan langsung beriklan, melainkan membangun branding terlebih dahulu melalui media sosial. "Untuk beriklan, tentu kita perkuat dulu di media sosial, branding dulu, biar orang-orang kenal dulu produk kita," kata Irham.
Ia juga membeberkan strategi empat pekan khusus untuk pelaku UMKM kuliner. Pada pekan pertama, satu jenis produk diiklankan dalam radius tertentu untuk membangun kesadaran merek. Pekan kedua memperkenalkan varian menu baru kepada audiens yang sama, sehingga mereka tahu ada pilihan lain.
Memasuki pekan ketiga, pelaku usaha disarankan mengunggah konten berupa foto atau video yang menampilkan suasana ramai di warung atau kedai mereka. Tujuannya adalah membangun kepercayaan konsumen. Barulah pada pekan keempat, promo menarik seperti diskon atau bundling produk dirilis untuk mendorong konversi pembelian. "Jangan promo di awal, nanti boncos. Promo itu di akhir, setelah orang sudah kenal dan percaya dengan produk kita," ujar Irham.
Selain strategi digital, Irham turut menyoroti potensi produk lokal Sulawesi Selatan di pasar global. Ia menyebut kain tenun, kerajinan tangan, dan produk kuliner sebagai komoditas yang memiliki daya tarik tinggi di pasar internasional. Bahkan produk sederhana seperti lidi kelapa pun, kata dia, sudah banyak diekspor dalam bentuk briket oleh komunitas eksportir yang ia kenal.
Pilar Niaga Mandiri hadir sebagai wadah bagi pelaku UMKM yang ingin naik kelas. Irham mengungkapkan, lembaganya rutin mengadakan pelatihan kewirausahaan setiap bulan, mencakup strategi digital marketing, pembuatan konten, packaging produk, hingga pengembangan merek agar UMKM lokal mampu menembus pasar Indonesia dan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....