Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026

  • 17 Apr 2026 07:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Kota Makassar kembali mendapat kepercayaan sebagai panggung strategis agenda nasional di kawasan Indonesia Timur. Tahun 2026 ini, ibu kota Sulawesi Selatan direncanakan menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026, forum bergengsi yang digagas Kementerian Kebudayaan RI untuk memperkuat ekosistem musik nasional.

Kepastian tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, di Balai Kota Makassar, Kamis, 16 April 2026. Pertemuan itu turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.

Dalam keterangannya, Giring menyampaikan bahwa penunjukan Makassar sebagai tuan rumah KMI 2026 merupakan keputusan tepat, setelah melihat keberhasilan konferensi serupa tahun sebelumnya serta kesiapan Pemerintah Kota Makassar dalam memajukan sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif. "Kami hadir di Kota Makassar, karena setelah suksesnya Konferensi Musik Indonesia 2025, tahun ini KMI 2026 direncanakan digelar di Kota Makassar," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham yang dinilai konsisten menghadirkan berbagai event berdampak ekonomi. Menurutnya, penyelenggaraan event memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami melihat komitmen kuat dari Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota beserta seluruh jajaran dalam mendorong pemajuan kebudayaan, khususnya di sektor event dan musik," tambah Giring.

Menurut Giring, Konferensi Musik Indonesia bukan sekadar ajang seremonial, melainkan forum penting untuk merumuskan arah kebijakan dan penguatan sektor musik nasional. Fokus pembahasannya meliputi pengembangan ekosistem musik, perlindungan hak cipta, hingga penguatan ekonomi budaya sebagai bagian dari industri kreatif.

KMI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Oktober 2026, dan akan dirangkaikan dengan event musik Rock in Celebes. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum penting mempertemukan seluruh pelaku industri musik, baik dari dalam maupun luar negeri. "Seluruh ekosistem musik akan hadir, mulai dari label, publisher, platform digital streaming, manajemen artis, event organizer, promotor, hingga booking agent internasional," jelasnya.

Selain forum diskusi dan kolaborasi, KMI 2026 juga akan menghadirkan program showcasing bagi musisi lokal Makassar. Program ini bertujuan membuka akses jejaring lebih luas agar musisi daerah dapat terhubung dengan label, publisher, manajemen artis, maupun agen internasional. "Kami ingin memberikan ruang bagi musisi Makassar untuk tampil dan berjejaring. Harapannya, mereka bisa mendapatkan peluang lebih besar untuk berkembang di industri musik nasional bahkan global," kata Giring.

Dalam kunjungannya, Giring juga menyampaikan rencana pemanfaatan Benteng Rotterdam sebagai salah satu lokasi strategis, khususnya untuk kegiatan showcasing. Kawasan tersebut direncanakan dikembangkan sebagai cultural and creative hub oleh Kementerian Kebudayaan.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut positif rencana pelaksanaan KMI 2026 di Makassar. Menurutnya, agenda berskala nasional ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem musik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya. "Tentu kita menyambut dengan sangat baik dan positif kepercayaan yang diberikan, khususnya dari Wakil Menteri Kebudayaan, kepada Makassar untuk menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia," ujarnya.

Munafri menegaskan, penyelenggaraan KMI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri musik dan seni di daerah. "Melalui konferensi ini, kita berharap akan muncul efek domino yang sangat baik bagi seluruh komunitas dan ekosistem musik serta seni di Kota Makassar," jelasnya.

Ia juga menargetkan Makassar dapat sejajar dengan kota-kota besar lainnya dalam penyelenggaraan berbagai event seni pertunjukan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas sektor, KMI 2026 diharapkan menjadi titik awal penguatan posisi Makassar sebagai kota kreatif yang mampu melahirkan talenta musik berdaya saing global.

"Ini juga sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di kota ini," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....