UMKM, Menjadi Penopang Ekonomi di tengah Gejolak Global
- 17 Apr 2026 05:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali diuji ketahanannya di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Memasuki pertengahan April 2026, berbagai konflik geopolitik internasional yang masih bergejolak, mulai dari hubungan Iran-Amerika, ketegangan Tiongkok-Taiwan, hingga konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia, memberikan tekanan yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
Dr. Basri Basir, MR, SE., M.Ak., M.Bns., C.Bc, seorang Coach Practicioner UMKM sekaligus Ketua Inkubator Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unismuh Makassar, menegaskan bahwa posisi UMKM sangat vital. Menurutnya, dari berbagai literatur dan pengalaman empiris bernegara, UMKM telah terbukti menjadi penyelamat ekonomi, khususnya bagi negara-negara berkembang di setiap masa krisis yang melanda.

Dalam obrolannya pada Kamis, 16 April 2026 di pro 4 RRI Makassar, Coach Basri menyoroti tiga tantangan utama yang harus segera diantisipasi oleh para pelaku UMKM tanah air. "Faktor pertama adalah potensi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Meski pemerintah Indonesia saat ini masih berupaya menjaga stabilitas harga demi melindungi daya beli masyarakat dan keberlangsungan bisnis kecil, para pelaku usaha tetap harus waspada terhadap kemungkinan perubahan kebijakan di masa depan,"ujarnya.
"Faktor kedua yang menjadi perhatian serius adalah fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Coach Basri menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Amerika yang belum stabil saat ini secara langsung memberikan efek domino terhadap mata uang domestik. Bagi pelaku UMKM yang ketergantungan terhadap pasar global atau instrumen keuangan internasional, dinamika ini menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas, "tambahnya.
Ditambahkan, tantangan ketiga yang tidak kalah penting adalah ketergantungan pada bahan baku impor. "Banyak komoditas yang menjadi bahan dasar produksi UMKM saat ini masih harus didatangkan dari luar negeri. Kenaikan harga atau terganggunya rantai pasok global akibat konflik geopolitik berpotensi meningkatkan biaya produksi, yang pada akhirnya menekan margin keuntungan para pelaku usaha di tingkat lokal, "ungkapnya.
Menghadapi berbagai tekanan tersebut, Coach Basri mengimbau para pelaku UMKM untuk segera melakukan adaptasi strategi secara mandiri. Ia menekankan pentingnya bagi UMKM untuk tidak hanya berpangku tangan, melainkan harus gesit melakukan efisiensi operasional dan mencari alternatif bahan baku lokal. Strategi yang tepat dan adaptif diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi global.
Di akhir obrolan, ia menegaskan bahwa meskipun situasi ekonomi saat ini sedang tidak menentu, UMKM memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan korporasi besar. Dengan perencanaan yang matang dan antisipasi dini terhadap ketiga faktor utama tersebut BBM, nilai tukar, dan bahan baku diharapkan para pelaku UMKM di Makassar maupun secara nasional tetap mampu bertahan, bahkan terus bertumbuh sebagai penopang utama ekonomi bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....