Fase Penentu MTQ Sulsel, Seluruh Cabang Dituntaskan

  • 16 Apr 2026 19:06 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Maros – Memasuki hari keempat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, seluruh cabang lomba ditargetkan menuntaskan tahap penyisihan. Hari ini menjadi titik krusial yang akan menentukan peta persaingan menuju babak final.

Koordinator Lomba MTQ XXXIV Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, menyebutkan bahwa hari keempat merupakan momentum penentu bagi seluruh peserta di berbagai cabang lomba. "Hari ini merupakan penyisihan terakhir. Dari sini mulai terlihat peringkat peserta dan siapa saja yang berpeluang melaju ke babak final," ujarnya, Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, mayoritas cabang lomba dijadwalkan rampung pada sore hari, meskipun beberapa di antaranya masih berlanjut hingga malam. "Sebagian besar selesai sekitar pukul enam sore, namun ada juga yang berlanjut hingga malam. Yang jelas, seluruh rangkaian penyisihan harus tuntas hari ini sesuai jadwal," jelasnya.

Usai penyisihan, Dewan Hakim akan langsung melakukan persiapan babak final setelah waktu Maghrib. Bahkan, rapat penentuan finalis diperkirakan berlangsung hingga tengah malam guna memastikan seluruh hasil penilaian benar-benar final.

Untuk menjaga objektivitas, panitia merencanakan rotasi Dewan Hakim pada babak final. Langkah ini diambil sebagai upaya menghindari potensi konflik kepentingan. "Hal ini penting agar tidak ada kesan keberpihakan, misalnya karena kesamaan daerah dengan peserta. Penilaian harus murni dan profesional," tegas Wahyadi.

Meski demikian, ia mengakui tidak semua hakim dapat dirotasi, terutama pada cabang yang membutuhkan keahlian spesifik seperti tafsir bahasa Arab dan bahasa Inggris. Secara keseluruhan, MTQ kali ini melibatkan 107 Dewan Hakim, termasuk panitera dan pengawas, yang tetap berperan hingga tahap final.

Selain itu, sejumlah inovasi diterapkan untuk meningkatkan kualitas penilaian. Salah satunya, posisi Dewan Hakim yang tidak lagi berada di depan peserta, melainkan di belakang mimbar. Identitas peserta pun dirahasiakan selama proses penilaian berlangsung.

"Dewan Hakim hanya melihat nomor tampil, tanpa mengetahui nama maupun asal daerah peserta. Ini demi menjaga objektivitas," ungkapnya.

Penerapan aturan ketat juga dilakukan pada cabang kaligrafi, dengan pembatasan area lomba serta larangan penggunaan ponsel guna mencegah potensi kecurangan. Dengan sistem tersebut, panitia optimistis mampu menghasilkan peserta terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional.

"Tujuan utama kita adalah melahirkan yang terbaik. Dengan sistem ini, kualitas penilaian diharapkan semakin terjaga," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....