Kunci Perdamaian Dunia Dimulai dari Diri Sendiri

  • 15 Apr 2026 02:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Konflik, peperangan, dan pertikaian yang terjadi di berbagai penjuru dunia bukan semata-mata lahir dari kebencian. Di baliknya selalu ada kepentingan, keserakahan, dan hilangnya nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi pegangan setiap manusia.

Upacarika Rowin Trianzil menyampaikan hal tersebut dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa 14 April 2026. Ia menegaskan bahwa Pancasila Buddhis menyimpan jawaban atas persoalan sosial yang kian kompleks di era modern ini. "Seandainya semua manusia di dunia ini menjalankan untuk tidak saling membunuh, tidak mengambil barang yang bukan miliknya, selalu setia, saling jujur tentu segala peperangan, pertengkaran, dan perselisihan bisa saja tidak terjadi." Ungkapnya.

Menurutnya, ada dua nilai utama yang menjadi penggerak seseorang untuk menjalankan sila. Pertama adalah hiri, yaitu rasa malu untuk berbuat jahat atau buruk. Kedua adalah otapa, yaitu rasa takut akan akibat dari setiap perbuatan buruk yang dilakukan. "Andai saja semua orang di dunia bisa memiliki hiri dan otapa, maka secara otomatis orang akan terdorong menjalankan sila tidak membunuh, tidak mencuri, dan seterusnya." Ujarnya.

Kedua nilai ini, menurut Upc. Rowin Trianzil, adalah fondasi moral yang bersifat universal. Bukan hanya milik umat Buddha, melainkan relevan bagi siapa pun yang ingin hidup berdampingan secara damai dengan sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan dunia tidak bisa dimulai dari tempat yang jauh. Perdamaian harus dimulai dari tekad pribadi setiap individu untuk melatih diri mengendalikan perilakunya setiap hari. "Gak ada kata terlambat, sepanjang kita mau berubah. Yang penting sekarang kita bertekad dan berupaya." Tutup Upc. Rowin Trianzil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....