Dinkes Bulukumba Percepat Penanganan KLB Campak

  • 14 Apr 2026 10:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba tengah bergerak cepat menangani lonjakan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang melanda beberapa wilayah di sulsel termasuk Bulukumba. Dalam Dialog Interaktif di PRO1 RRI Makassar pada Selasa , 14 April 2026 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah, M.Kes, mengungkapkan bahwa tren peningkatan kasus masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah termasuk Bulukumba.

Mengenai perkembangan jumlah kasus, dr. Amrullah menjelaskan bahwa angka laporan terus dipantau secara ketat oleh tim epidemiologi. Hingga pertengahan April ini, sebaran kasus tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan telah meluas ke beberapa kecamatan. "Memang ada kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir,data yang masuk sekita 134 suspek. Tim kami di lapangan terus melakukan pelacakan aktif (active case finding) untuk memastikan setiap suspek segera mendapatkan penanganan medis agar rantai penularan bisa segera diputus," ujar dr. Amrullah.

Pemerintah daerah pun merespons cepat dengan melaksanakan imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI). Progres pelaksanaan ORI di wilayah terdampak dilaporkan telah menjangkau sebagian besar sasaran anak-anak. dr. Amrullah menegaskan, "Fokus utama kami saat ini adalah mengejar cakupan ORI di desa-desa dengan tingkat penularan tertinggi. Kami menargetkan proteksi kelompok (herd immunity) segera terbentuk kembali di wilayah tersebut agar tidak ada lagi penambahan kasus baru."

Berdasarkan evaluasi tim kesehatan, faktor utama pemicu KLB ini adalah adanya kesenjangan imunitas akibat rendahnya cakupan imunisasi rutin dalam beberapa tahun terakhir. dr. Amrullah memaparkan bahwa akumulasi anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap menjadi bahan bakar utama cepatnya penyebaran virus campak. "Faktor utama yang kami temukan adalah banyaknya 'kantong' wilayah dengan cakupan imunisasi dasar yang tidak mencapai target. Selain itu, mobilitas penduduk yang tinggi turut mempercepat pergerakan virus antarwilayah," jelasnya.

Terkait kondisi pasien, dr. Amrullah memastikan bahwa mayoritas pasien yang saat ini dirawat dalam kondisi stabil dan di bawah pengawasan ketat. Ia juga menepis kekhawatiran masyarakat mengenai kapasitas layanan kesehatan. "Fasilitas kesehatan di Bulukumba, baik di tingkat Puskesmas maupun RSUD Andi Sulthan Daeng Radja, masih sangat mencukupi untuk menampung dan menangani pasien campak. Kami telah menyiagakan ruang isolasi khusus agar tidak terjadi penularan di lingkungan rumah sakit," tegas Kadinkes Bulukumba tersebut.

Demi menjaga kelancaran penanganan, ketersediaan vaksin dan logistik medis menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Dinas Kesehatan Bulukumba terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Kementerian Kesehatan untuk memastikan stok tetap aman. "Kami pastikan logistik medis, terutama vaksin untuk ORI, selalu tersedia dalam jumlah yang aman. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan stok, karena distribusi dilakukan secara berkala dan terpantau setiap harinya," tambah dr. Amrullah.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Dinas Kesehatan Bulukumba telah menyiapkan strategi penguatan sistem surveilans dan edukasi masif kepada masyarakat. dr. Amrullah menutup dialog dengan menekankan pentingnya komitmen bersama dalam imunisasi rutin. "Selain penanganan jangka pendek lewat ORI, strategi jangka panjang kami adalah memperkuat program imunisasi dasar lengkap di setiap posyandu. Kami ingin memastikan tidak ada lagi celah imunitas di masa depan melalui edukasi yang lebih persuasif kepada orang tua mengenai pentingnya vaksinasi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....