Petani Melek Tehnologi Tingkatkan Produksi Kedelai
- 13 Apr 2026 18:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Petani diharapkan Melek Teknologi untuk meningkatkan Produksi Kedelai Nasional menuju swasembada kedelai 2029. Demikian disampaikan Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah Muchdar, Pengamat Pertanian dari Universitas Muslim Indonesia UMI Makassar saat berbincang Bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 13 April 2026.
“Saya berharap petani kita melek teknologi, Jadi melek masukan terhadap apa yang telah diberikan apa pemerintah tentang teknologi apa yang bisa diterapkan untuk meningkatkan hasil kedelai, Itu harapan saya kepada petani kita dan saya sangat berharap itu petani kita udah melek teknologi,” kata Prof kepada RRI
Dikatakan, Keberhasilan swasembada kedelai 2029 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan adaptasi para petani di lapangan, agar para petani Indonesia mulai meninggalkan cara-cara konvensional dan beralih menjadi petani modern. Melek teknologi menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen di era digital ini.
Prof. Aminah mengapresiasi perubahan profil petani saat ini yang dinilainya sudah mulai terbuka terhadap kemajuan informasi. Informasi mengenai pengembangan teknologi budidaya kedelai kini tidak lagi hanya bergantung pada penyuluh lapangan yang jumlahnya terbatas. Melalui media sosial dan internet, para petani dapat mengakses berbagai teknik penanaman terbaru secara mandiri dan cepat.
“Kalau saya berharap ya petani, sekarang petani kita sekarang alhamdulillah bukan lagi petani kolonial ya, Jadi informasi tentang pengembangan teknologi kedelai itu sudah tersedia di mana-mana, Bukan hanya cuma lewat penyuluh, mungkin kadang lewat penyuluh itu masih agak telat-telat tetapi lewat media sosial, internet dan sebagainya,” katanya kepada RRI.
Pemanfaatan platform digital diharapkan dapat memotong keterlambatan informasi yang selama ini sering terjadi di tingkat desa. Dengan akses internet, petani bisa belajar mengenai jenis pupuk yang tepat, cara penanganan hama, hingga memantau harga pasar secara real-time. Literasi digital ini akan membuat petani lebih berdaya dan tidak mudah dipermainkan oleh spekulan harga.
Meski tantangan impor masih membayangi, semangat optimisme tetap harus dijaga melalui penguatan sumber daya manusia. Prof. Aminah meyakini bahwa petani Indonesia memiliki kapasitas yang besar untuk bersaing jika diberikan akses pengetahuan yang cukup. Pendidikan berkelanjutan bagi petani adalah investasi jangka panjang untuk kedaulatan pangan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....