Peneliti Diharap Siapkan Varietas Unggul menuju Swasembada Kedelai 2029

  • 13 Apr 2026 18:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Peneliti Pertanian diharapakan dapat menciptakan inovasi benih untuk menemukan varietas unggul kedelai sehingga dapat meningkatkan produktifitas kedelai lokal. Demikian disampaikan Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah Muchdar, Pengamat Pertanian dari Universitas Muslim Indonesia UMI Makassar saat berbincang Bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 13 April 2026.

Dikatakan, Varietes-varietas unggul kedelai ini diharapkan dapat tahan terhadap kondisi agroklimat yakni suatu kondisi Dalam bidang pertanian yang berhubungan dengan karakteristik antara agronomi atau sistem pertanian dan iklim sehingga produksi bisa meningkat meskipun dengan keterbatasan air.

“Nah di sinilah perannya peneliti, Jadi mencari varietas-varietas yang unggul, varietas yang unggul yang tahan terhadap kondisi agroklimat di negara kita,Tetapi yang kami maksud di sini varietas unggul dalam artian supaya produksinya bisa meningkat, kita mencari varietas yang tahan terhadap kondisi agroklimat iklim kita,” Kata Prof Aminah kepada RRI.

Prof Aminah lebih lanjut mengatakan Upaya mencapai swasembada kedelai 2029 menuntut adanya terobosan ilmiah di bidang agroklimat. Salah satu kendala utama pertanian kedelai di Indonesia adalah keterbatasan air pada lahan-lahan kering. Sebagian besar petani kita saat ini menanam kedelai sebagai tanaman kedua setelah padi pada lahan tadah hujan.

Karakteristik tanaman kedelai yang cukup sensitif terhadap kekurangan air memerlukan penanganan khusus melalui inovasi benih. Oleh karena itu, para peneliti tengah fokus mengembangkan varietas unggul yang mampu bertahan terhadap cekaman kekeringan. Inovasi ini sangat krusial agar produktivitas tetap terjaga meskipun musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Selain ketahanan terhadap kekeringan, aspek intensifikasi lahan juga menjadi bagian dari strategi riset yang dijalankan. Peneliti berupaya agar setiap hektar lahan mampu menghasilkan output yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata saat ini. Peningkatan efisiensi ini menjadi kunci untuk mengejar target produksi nasional yang masih tertinggal jauh dari kebutuhan konsumsi.

Prof. Aminah optimis bahwa melalui pendekatan sains dan teknologi, Indonesia mampu mengatasi hambatan agroklimat yang selama ini menjadi kendala. Swasembada 2029 adalah target yang realistis selama didukung oleh basis riset yang kuat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....