FKUB Makassar: Generasi Muda yang Tak Ramah Keragaman Rentan Diprovokasi

  • 11 Apr 2026 19:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar memperingatkan bahwa generasi muda yang tidak dibekali pemahaman keragaman berpotensi mudah diprovokasi dan terpecah belah. Peringatan itu disampaikan dalam program Titian Ilahi RRI Pro 1 Makassar, Jumat, 10 April 2025. Hasan Pinang meng takan "kalau generasi muda kita di tengah begitu leluasanya media sosial, kagetan dengan keragaman ini, itu artinya akan mudah disekat-sekat, akan mudah dibela-belah."

Hasan Pinang, yang juga aktif dalam program Kelurahan Sadar Kerukunan di Makassar, menilai kerukunan hanya bisa terwujud apabila antar warga saling kenal, saling memahami, dan saling berinteraksi. Ia menyebut bahwa perguruan tinggi pun tidak luput dari ancaman gesekan berbasis agama jika kondisi ini dibiarkan.

Ia mengkhawatirkan fenomena media sosial yang kerap menyebarkan fitnah dan provokasi atas nama agama, sementara pelakunya dinilai tidak mencerminkan jiwa agama yang sesungguhnya. "media sosial itu terlalu banyak memfitnah-fitnah tokoh. Kalau anak muda terbawa ke situ, terlalu bahaya" kata Hasan Pinang mengun kapkan kekhawatiran nya.

Hasan menekankan bahwa pemahaman tentang keragaman harus ditanamkan sejak dini, termasuk perbedaan suku, bangsa, dan agama. Ia menegaskan bahwa keragaman itu sendiri adalah kehendak Sang Pencipta, bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dipertentangkan. "bagi generasi muda kita harus titipkan, kita harus wariskan, bahwa jaga keragaman ini, lanjutkan ini sebagai modal dalam kehidupan bersama." Harapan Hasan Pinang dalam dialognya.

Terkait perbedaan amalan dalam satu agama, Hasan mendorong generasi muda untuk tidak saling menyalahkan. Ia menyarankan agar setiap perbedaan dipahami sebagai hasil ijtihad yang memiliki dasar dan dalil, bukan sebagai ancaman yang harus dipersoalkan.

Ia juga mengingatkan bahwa para senior, termasuk pengurus ormas keagamaan dan masjid, perlu mengoreksi diri dan tidak melemparkan kesalahan kepada generasi muda semata apabila terjadi konflik akibat perbedaan paham. "kalau ada yang kurang, jangan lagi kita ulangi kalimat itu melempar tanggung jawab kepada generasi muda." Tegasnya dalam dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....