Tenun Emas Sidrap Dibidik Tembus Pasar Global
- 09 Apr 2026 08:48 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tenun Emas di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas. Dorongan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa produk tradisional seperti Tenun Emas kini tidak lagi dipandang sebagai kerajinan lokal semata, tetapi sebagai komoditas bernilai tinggi yang berpotensi bersaing di pasar modern.
Dorongan tersebut disampaikan saat Fatmawati mengunjungi langsung pengrajin Tenun Emas di Kecamatan Tellulimpoe, dalam rangka pembinaan dan monitoring pelaku UMKM di daerah. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan keberlanjutan industri kreatif berbasis budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin digital. Dalam kunjungan itu, Fatmawati didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, serta meninjau langsung proses produksi Tenun Emas yang menjadi salah satu produk unggulan daerah.
Ia melihat bagaimana setiap helai benang ditenun dengan ketelitian tinggi, mencerminkan nilai seni dan budaya yang tidak tergantikan oleh mesin modern. Salah satu pengrajin yang dikunjungi adalah Mannia Parenta (68), yang telah puluhan tahun menekuni kerajinan Tenun Emas. Di rumah sederhananya, Mannia tetap mempertahankan tradisi menenun secara manual dengan ketekunan tinggi, meskipun tantangan zaman terus berubah.
Ia mengungkapkan, satu lembar kain Tenun Emas dapat dikerjakan hingga dua bulan, tergantung tingkat kerumitan motif. Bahan baku benang diperoleh dari Makassar, sementara motif kini mulai mengikuti tren pasar yang berkembang, termasuk inspirasi dari media sosial yang membuka peluang desain lebih variatif. “Lewat Facebook. Macam-macam (harganya), ada yang Rp4 juta sampai Rp5 juta, tergantung tingkat kerumitan,” kata Mannia, menggambarkan nilai ekonomi tinggi dari produk Tenun Emas yang dihasilkannya, dalam keterangan yang diterima, Rabu, 8 April 2026.
Mannia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap para pengrajin lokal. Kunjungan tersebut, menurut dia, menjadi motivasi tambahan untuk terus mempertahankan usaha Tenun Emas sekaligus mengembangkannya agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan bangga bisa dikunjungi langsung oleh Ibu Wakil Gubernur. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menenun dan mengembangkan usaha ini ke depan,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam membuka akses pemasaran, permodalan, serta penguatan kapasitas usaha berbasis digital agar produk Tenun Emas semakin dikenal luas. Menanggapi hal itu, Fatmawati menilai Tenun Emas Sidrap memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai produk ekonomi kreatif berbasis budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. “Kita ingin UMKM lokal seperti tenun emas ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu menembus pasar yang lebih luas, karena kualitas dan nilai budayanya sangat kuat,” kata Fatmawati.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga terus mendorong program pembinaan UMKM melalui pelatihan, fasilitasi akses permodalan, serta perluasan pasar berbasis digital. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Tenun Emas dari produk tradisional menjadi brand unggulan yang memiliki daya saing tinggi.
Menurut dia, penguatan UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Tenun Emas menjadi simbol bagaimana warisan budaya dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru. Tenun Emas kini tidak hanya diposisikan sebagai produk unggulan UMKM Sidrap, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif daerah yang terus didorong agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hilirisasi produk unggulan daerah agar memiliki daya saing, baik di pasar nasional maupun global. Dengan pendekatan ini, Tenun Emas diharapkan mampu masuk ke segmen pasar premium yang menghargai nilai seni dan keunikan produk handmade.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....