Kecamatan dan Kelurahan di Makassar tengah Siapkan Lahan Urban Farming

  • 08 Apr 2026 19:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Demi mendukung ketahanan pangan dan menindaklanjuti arahan Wali Kota Makassar tentang urban farming yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah, Pemerintah Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate telah meninjau titik lokasi yang bisa dijadikan tempat urban farming. Lurah Mangasa, Muhammad Nurdyansyah mengatakan di Kelurahan Mangasa telah ditemukan beberapa titik yang layak dijadikan lokasi urban farming yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah seperti di Kompleks TVRI RW 2 dan RW 11. "Kemarin kami sudah tinjau langsung bersama Ibu Kadis DP2 dan Ibu Kadis menyatakan bahwa lokasi di Kompleks TVRI itu layak," ungkapnya, Rabu, 8 April 2026.

Dikatakan dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk Kelompok Wanita Tani atau Kelompok Tani yang diperkuat dengan adanya Surat Keputusan atau SK lalu dilanjutkan dengan mengajukan proposal ke Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar untuk mendapatkan bantuan pertanian seperti bibit, alat tanam dan lain sebagainya. "Betul, jadi arahan terakhir ibu kadis itu, kami harus segera bentuk Kelompok Tani terus mengajukan proposal supaya bisa dapat bantuan untuk urban farming," kata Muhammad Nurdiansyah.

Di sisi lain Muhammad Nurdyansyah menyebut saat ini pihaknya tengah meningkatkan pelayanan kualitas persampahan di Kelurahan Mangasa , mengingat volume sampah di Mangasa cukup tinggi, namun armada penganut sampah kurang. "Sehingga salah satu bentuk inovasi kami yakni membuat pembagian jadwal pengangkutan sampah yang sebelumnya itu di wilayah Mangasa di angkut sampahnya setiap hari namun tidak maksimal sekarang dibagi menjadi 2 kelompok, sehingga misalnya hari ini jadwalnya RW 1 sampai RW 6, besoknya RW 7 sampai RW 13.

Ia menyebut, dengan jumlah penduduk yang padat, volume sampah yang dihasilkan juga akan meningkatkan sehingga diharapkan warga bisa mengikuti jadwal pengangkutan sampah yang sudah ditetapkan agar sampah tidak tertumpuk baik di pinggir jalan maupun di trotoar.

Sedangkan, Camat Wajo, Ivan Kalalembang mengaku program urban farming di wilayahnya tengah dalam tahap penyempurnaan. "Jadi urban farming itu ada di 2 lokasi. 1 di Kelurahan Butung, 1 lagi di Kelurahan Melayu," ucap Ivan.

Ia berharap upaya yang dilakukan bisa membantu kemandirian pangan masyarakat di Makassar khususnya di Kecamatan Wajo. "Kami harapkan dengan urban farming yang ada ini, kemudian pengelolaan sampah yang dihadirkan di Kecamatan Wajo bisa menciptakan dan menggerakkan kemandirian pangan warga Wajo,"tutupnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Makassar mengintegrasikan urban farming dengan pengelolaan sampah (Zero Waste House) untuk mengubah sampah organik rumah tangga menjadi pakan maggot, pupuk organik, dan pakan ternak. Program ini bertujuan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), memperkuat ketahanan pangan mandiri serta menciptakan ekonomi rumah tangga hijau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....