Kodim Makassar Dorong Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih
- 08 Apr 2026 07:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Komandan Kodim 1408/Makassar, Kolonel Kav Ino Dwi Setyo, menegaskan percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Makassar sebagai bagian dari program strategis nasional. Program ini ditargetkan hadir di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Di wilayah Kodim Makassar sendiri terdapat 153 kelurahan yang secara ideal membutuhkan 153 unit koperasi. Namun, kondisi wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi menjadi tantangan utama, terutama dalam penyediaan lahan.
Setiap KDKMP dirancang berdiri di atas lahan seluas 20 x 30 meter atau sekitar 600 meter persegi, termasuk area parkir untuk mendukung aktivitas operasional. Keterbatasan lahan di sejumlah kelurahan menjadi kendala dalam merealisasikan target tersebut.
Meski demikian, Dandim menegaskan bahwa esensi utama program ini adalah memperkuat ekonomi kerakyatan yang dikelola langsung oleh masyarakat. Menurutnya, koperasi merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam sistem ekonomi nasional.
“Makassar sebagai wilayah perkotaan memiliki keterbatasan lahan, namun program ini merupakan strategi pemerintah yang harus diwujudkan demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Ia menambahkan, pemerintah kota dan pemerintah provinsi telah memberikan dukungan melalui penyediaan lahan. Selain itu, pihaknya juga mendorong kontribusi dari berbagai pihak, termasuk BUMN, BUMD, sektor swasta, hingga individu untuk turut berpartisipasi.
Saat ini, pembangunan KDKMP di wilayah Makassar telah berjalan di beberapa titik. Satu unit koperasi telah rampung 100 persen di Kelurahan Malengkeri. Sementara itu, dua unit lainnya sedang dalam proses pembangunan di Tamangapa dan Kuntia. Selain itu, dua lokasi baru direncanakan akan segera dibangun di Pai dan Balang Baru, Kecamatan Biringkanaya.
TNI Angkatan Darat dalam hal ini berperan sebagai fasilitator pembangunan, dengan syarat lahan yang digunakan merupakan milik pemerintah atau hibah dari pihak ketiga yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Hal ini bertujuan agar aset koperasi sepenuhnya menjadi milik pemerintah daerah dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis gotong royong yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Program ini membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Koperasi menjadi wadah untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tengah tantangan global,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya program tersebut dan turut berperan dalam pengelolaan koperasi.
Dengan dukungan berbagai pihak dan antusiasme masyarakat, pembangunan Koperasi Merah Putih di Makassar diharapkan dapat berjalan optimal serta menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....