Kenali Tipe Keuanganmu sebelum Mulai Berinvestasi

  • 06 Apr 2026 00:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Masyarakat disarankan mengenali tipe kepribadian keuangan atau money personality sebelum memutuskan strategi investasi, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Hal itu disampaikan dalam dialog Ekonomi Digital RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 4 April 2026.

Dr. (Cand.) Ria Andriany, Pemimpin Departemen Corporate Banking dan Bisnis PT Bank Sulselbar, menjelaskan terdapat empat tipe money personality. Pertama, money avoiders, yakni tipe yang cenderung santai terhadap kondisi keuangannya. Kedua, money vigilance, tipe yang sangat menjaga penggunaan uang dan langsung menyimpan setiap menerima penghasilan.

“Kenali dulu money personality kita sebelum masuk ke investasi apa pun, karena dari situlah kita bisa merencanakan keuangan dengan lebih tepat,” jelas Ria Andriany sebagaimana dikutip dari siaran dialog Ekonomi Digital RRI Pro 1 Makassar.

Tipe ketiga adalah money status, yakni seseorang yang pandai menabung tetapi langsung menghabiskan uang ketika terkumpul. Tipe keempat adalah money focus, yakni orang yang menjadikan uang sebagai sumber semangat hidupnya.

Menurut Ria Andriany, tujuan mengenali tipe ini adalah mencapai kecerdasan finansial. Ia menyebutkan tiga syarat seseorang disebut sehat secara finansial. Pertama, pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Kedua, cicilan tidak melebihi tiga puluh persen dari penghasilan. Ketiga, mampu menabung minimal sepuluh persen setiap bulan.

Di atas sehat, terdapat tingkatan yang ia sebut kuat secara finansial. Syaratnya lebih ketat, yaitu memiliki cadangan arus kas senilai dua belas kali kebutuhan bulanan, kepemilikan aset minimal lima puluh persen dari total aset termasuk properti, dan jumlah pinjaman tidak lebih dari dua puluh persen dari total aset

“Beda antara sehat dan kuat secara finansial. Sehat itu soal arus kas dan cicilan, sedangkan kuat itu soal aset, cadangan, dan utang yang terkelola.” Jelasnya dalam dialog.

Ia merekomendasikan bagi yang belum siap berinvestasi di pasar modal agar memulai dengan membuka beberapa rekening terpisah untuk pos-pos berbeda, seperti kebutuhan pokok, pendidikan, dan tabungan. Ketika satu pos habis, tidak boleh mengambil dari pos lain.

Ria Andriany menegaskan, kondisi ketidakpastian global bukan alasan untuk berhenti merencanakan keuangan, melainkan justru momentum untuk lebih disiplin mengelolanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....