Kisah Airin Ubah Hobi Merajut, Jadi Bisnis Profesional

  • 05 Apr 2026 20:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Industri kreatif terus bertransformasi seiring dengan perubahan zaman, di mana produk kerajinan tangan kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan bagian dari gaya hidup modern. Dalam program Teras UMKM, di Programa 4 RRI Makassar yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, Airin Tendean selaku pemilik AT Craft membagikan kisahnya dalam membangun usaha kerajinan rajut.

Menurut Airin, sebuah usaha yang berkelanjutan idealnya bermula dari kegemaran atau passion, sebagaimana dirinya yang telah menekuni dunia rajut sejak bangku sekolah hingga akhirnya memutuskan untuk menjadikannya sebagai lini bisnis profesional. Bagi Airin, keterikatan emosional terhadap seni merajut memberikan energi tersendiri dalam menghadapi tantangan pasar.

"Usaha ini awalnya jadi peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga seperti saya, tanpa harus meninggalkan kewajiban di rumah. Seiring berjalannya waktu, AT Craft membuktikan bahwa produk lokal buatan tangan memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mampu bersaing di tengah gempuran produk pabrikan, asalkan dikelola dengan manajemen yang serius dan penuh ketekunan, "tuturnya.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan pribadi, AT Craft juga membawa misi sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Airin merangkul komunitas yang sebagian besar anggotanya adalah ibu rumah tangga dan janda untuk terlibat aktif dalam proses produksi.

"Melalui kolaborasi ini, kerajinan tangan menjadi alat perjuangan ekonomi bagi kaum perempuan, memberikan mereka kemandirian finansial sekaligus ruang untuk tetap produktif dan berkarya di tengah tanggung jawab domestik mereka masing-masing, "tambahnya.

Dalam obrolan tersebut, Airin menekankan pentingnya strategi edukasi kepada calon konsumen untuk meyakinkan pasar. Ia menjelaskan bahwa kerajinan tangan saat ini telah mengalami reposisi fungsi, tidak lagi hanya menjadi pajangan atau hiasan di rumah saja. Produk rajutan kini didesain agar fungsional dan relevan untuk dibawa ke lingkungan modern, termasuk pusat perbelanjaan atau pasar ritel modern, sehingga mampu mendukung mobilitas dan gaya hidup penggunanya sehari-hari.

"Relevansi produk menjadi kunci utama agar UMKM tetap bertahan di tengah arus tren yang bergerak sangat cepat. " Ujarnya. Airin menyadari bahwa dunia kerajinan tangan sangat erat kaitannya dengan sektor fesyen, sehingga para perajin dituntut untuk selalu adaptif.

Dengan mengikuti perkembangan tren yang sedang digemari di Indonesia, AT Craft terus melakukan inovasi desain agar produk yang dihasilkan tetap terlihat kekinian namun tidak kehilangan sentuhan artistik khas buatan tangan yang menjadi nilai jual utamanya.

Sebagai penutup, Airin mengajak para pelaku usaha mikro lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri dan pasar yang ada. Integrasi antara hobi, nilai sosial melalui pemberdayaan komunitas, dan kemampuan membaca tren pasar adalah formula yang diusung AT Craft untuk membawa produk kerajinan lokal naik kelas. Melalui semangat ini, diharapkan produk kriya Indonesia semakin mendapat tempat di hati masyarakat sebagai bagian dari identitas gaya hidup yang modern dan elegan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....