Pengolahan Hasil Panen Jadi Kendala Kabupaten Pangkep

  • 02 Apr 2026 20:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kabupaten Pangkep terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui berbagai program, meski masih menghadapi tantangan pada sektor pengolahan hasil panen. Hal ini disampaikan dalam Dialog bersama Pro 1 RRI Makassar dalam acara Dialog Kentongan, Selasa, 31 Maret 2026.

Salah satu tantangan utama adalah minimnya fasilitas pengolahan gabah, sehingga hasil panen harus dikirim ke luar daerah sebelum kembali sebagai beras. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep, Muhyiddin, S.Hut., M.M., mengatakan sebagian besar gabah dikirim ke Maros dan Pinrang.

“Pengolahan gabah kita banyak ke luar daerah karena belum ada pabrik besar di Pangkep,” jelasnya.

Setelah diolah, beras tersebut kembali masuk ke Pangkep untuk didistribusikan, bahkan sebagian dikirim ke luar daerah.

“Setelah jadi beras, baru masuk kembali ke Pangkep dan sebagian diantarpulaukan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi melalui program optimalisasi lahan (oplah) yang didukung pemerintah pusat.

“Kita mendapat sekitar 750 hektare untuk optimalisasi lahan tahun ini,” katanya.

Program ini bertujuan meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu hingga tiga kali dalam setahun, tergantung kondisi lahan.

“Targetnya meningkatkan indeks pertanaman dari IP1 ke IP2 bahkan IP3,” tambahnya.

Selain itu, bantuan sarana seperti traktor, pompa air, dan perbaikan irigasi juga disiapkan untuk mendukung petani.

Pemerintah berharap melalui kombinasi program ini, potensi pertanian Pangkep dapat dimaksimalkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....