Kerukunan Sulsel Jadi Kekuatan Sosial
- 27 Mar 2026 17:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makasssar - Sulawesi Selatan dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman suku, budaya, dan agama yang tinggi. Kondisi ini menjadi kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama.
Keberagaman tersebut dinilai mampu menciptakan kehidupan harmonis jika dikelola dengan baik. Namun, tanpa penguatan nilai, potensi konflik tetap bisa muncul di masyarakat.
Data menunjukkan tingkat kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan. Indeks kerukunan bahkan melampaui rata-rata nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2024, indeks kerukunan mencapai angka 79,04, lebih tinggi dibandingkan nasional 76,47. Capaian ini menandakan harmoni sosial masyarakat tergolong kuat dan stabil.
Menurut Andi Zulkarnaen S.P., Plt sekretaris dinas, dinas kebudayaan dan kepariwisataan prov. sulsel, saat berbincang di pro 1 RRI Makassar, Kamis 26 Maret 2026, menjelaskan budaya lokal menjadi perekat penting dalam menjaga hubungan antar kelompok. Nilai seperti Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi terus dijaga sebagai pedoman hidup.
“Sulawesi Selatan bukan hanya kaya budaya, tetapi kaya cara hidup damai dalam perbedaan,” ujar Andi Zulkarnaen.
Ia menambahkan, kemampuan masyarakat untuk hidup rukun menjadi kekuatan utama daerah. Hal tersebut menjadi modal penting dalam pembangunan sosial berkelanjutan.
Budaya juga disebut bukan sekadar warisan, melainkan alat transformasi sosial di tengah masyarakat. Melalui budaya, interaksi lintas agama dan generasi dapat terbangun lebih kuat.
“Kegiatan budaya terbukti efektif memperkuat komunikasi dan mencegah potensi konflik antar kelompok,” tambahnya.
Kegiatan lintas budaya dinilai mampu membuka ruang dialog yang sehat di tengah keberagaman. Ini menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas sosial daerah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....