Panen Raya Simbang Maros, Produktivitas Capai 7 Ton per Hektare

  • 01 Mar 2026 19:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Panen raya menghampar di Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu 1 Maret 2026. Hamparan sawah yang menguning menjadi penanda kerja keras petani berbuah manis di awal musim panen tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal Ramdhani tak hanya ikut memanen, tetapi juga meninjau langsung hasil produksi petani yang dinilai cukup menggembirakan. Ia menyebut produktivitas pertanian di Desa Bontotallasa tergolong tinggi.

Dari satu hektare lahan persawahan, petani mampu menghasilkan 6 hingga 7 ton gabah kering panen angka yang menunjukkan potensi besar sektor pertanian daerah ini. “Sulawesi Selatan mampu mencapai target yang telah ditetapkan karena provinsi ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional, bahkan menempati posisi kedua setelah Pulau Jawa,” ujarnya optimistis.

Pada 2026, Perum Bulog menargetkan pengadaan gabah setara beras sebesar 4 juta ton secara nasional. Target ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya mewujudkan swasembada pangan dalam empat tahun ke depan.

Khusus Sulawesi Selatan, target pengadaan ditetapkan sebesar 697 ribu ton gabah setara beras. Rizal meyakini angka tersebut dapat tercapai berkat stabilitas produktivitas petani serta dukungan kebijakan pemerintah pusat.

Saat ini, harga gabah kering panen di tingkat petani berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, memberikan kepastian nilai jual bagi petani. Untuk memperkuat sistem logistik dan penyimpanan, pemerintah juga menambah 100 unit gudang Bulog di berbagai wilayah Indonesia guna menjaga kualitas dan ketersediaan stok.

Dalam menjaga ketahanan pangan, Bulog memastikan cadangan beras tahun 2025 tetap dalam kondisi aman. Dari total stok yang tersedia, sebanyak 1,5 juta ton dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sementara 2 juta ton lainnya disiapkan untuk kebutuhan komersial.

Tak hanya itu, berdasarkan arahan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog juga bersiap melakukan ekspor beras ke sejumlah negara pada tahun ini. Dengan produktivitas yang terjaga dan dukungan infrastruktur yang diperkuat, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperkokoh ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pilar utama kedaulatan pangan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....