Wamenhan Apresiasi Pemprov Sulsel Gelar Ramadhan Leadership Camp 2026

  • 24 Feb 2026 10:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Penguatan karakter aparatur negara tak cukup hanya mengandalkan kecakapan teknis di balik meja kerja. Di tengah dinamika politik dan tantangan global yang kian kompleks, fondasi nilai kebangsaan justru menjadi penentu arah dan keteguhan langkah birokrasi.

Pesan inilah yang ditegaskan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan T., saat memberikan pembekalan dalam Ramadhan Leadership Camp 2026 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, belum lama ini.

Dalam forum Ramadhan Leadership Camp tersebut, Donny membawakan materi bertema “Pertahanan Negara dan Wawasan Kebangsaan” yang menitikberatkan pada pentingnya bela negara, nasionalisme, serta soliditas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi utama pelayanan publik. Ia menegaskan, ASN bukan sekadar pelaksana kebijakan, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga harmoni dan persatuan bangsa.

Apresiasi pun disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang dinilai berani menghadirkan konsep retreat kepemimpinan selama sepekan penuh melalui Ramadhan Leadership Camp. Menurut Donny, langkah ini tergolong progresif dan belum banyak diterapkan oleh kepala daerah lain di Indonesia. Program tersebut dianggap sebagai ruang refleksi sekaligus “pengisian ulang energi” bagi ASN agar tetap solid dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

"Kekuatan terbesar Indonesia sejak dahulu adalah persatuan. Sejarah membuktikan, bangsa ini mampu mengusir penjajah karena soliditas dan tekad bersama. Karena itu, ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak menjelma menjadi perpecahan di tubuh birokrasi maupun masyarakat," kata Donny Ermawan T dalam keterangannya dikutip, Selasa 24 Februari 2026.

Dalam pemaparannya di Ramadhan Leadership Camp, Donny menjelaskan bahwa bela negara merupakan tekad, sikap, dan tindakan warga negara untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa yang dilandasi kecintaan kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ia mengurai lima unsur utama bela negara, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan pada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara.

Menariknya, berdasarkan Hasil Indeks Bela Negara (IBN) Tahun 2025, Sulawesi Selatan mencatat skor 3,632 dalam skala 1–5 dan masuk kategori tinggi. Capaian ini memperlihatkan bahwa stabilitas wilayah relatif terjaga dan nilai bela negara telah terinternalisasi dengan baik di tengah masyarakat.

Pada komponen Indeks Bela Negara internal (IBNu), Sulawesi Selatan meraih skor 3,530. Angka ini mencerminkan persepsi positif masyarakat—termasuk ASN, tokoh masyarakat, hingga generasi muda—terhadap nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu, komponen Indeks Bela Negara eksternal (IBNn) bahkan mencatat skor lebih tinggi, yakni 3,871. Artinya, lingkungan sosial, tata kelola pemerintahan, pembangunan manusia, dan ruang partisipasi publik di daerah ini dinilai sangat mendukung penguatan semangat bela negara.

Meski demikian, Donny menilai masih ada ruang pembenahan, terutama dalam menjangkau generasi muda agar tidak tergerus arus pragmatisme dan polarisasi. Ia mendorong agar nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan seperti Siri’ Na Pacce terus diinternalisasikan dalam program pembinaan, termasuk melalui Ramadhan Leadership Camp, karena mengandung spirit kehormatan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial yang selaras dengan semangat kebangsaan.

“Dengan melihat indeks yang ada, ASN bisa fokus pada bagian mana yang perlu ditingkatkan. Nilai-nilai lokal seperti Siri’ Na Pacce memiliki kekuatan besar untuk memperkuat kesadaran bela negara,” ujarnya.

Suasana pembekalan berlangsung hidup. Antusiasme peserta Ramadhan Leadership Camp terlihat dari respons aktif dan kemampuan mereka menjawab pertanyaan seputar lima unsur bela negara. Bahkan, Donny memberikan hadiah langsung kepada peserta yang mampu menjelaskan materi secara tepat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

Ramadhan Leadership Camp 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi model pembinaan karakter ASN yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar penguatan kepemimpinan birokrasi, kegiatan ini diarahkan untuk meneguhkan peran ASN sebagai penjaga persatuan, perekat sosial, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah dan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Ramadhan Leadership Camp sebagai strategi memperkuat fondasi kebangsaan dari level birokrasi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....