Program Agrosolution Pupuk Kaltim Sukses di Maros

  • 11 Feb 2026 23:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Melalui Program Agrosolution, Pupuk Kaltim berhasil mendongkrak produktivitas jagung petani di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hingga melonjak signifikan.

Produktivitas jagung yang sebelumnya rata-rata hanya 2,5 ton per hektare, kini meningkat menjadi 6 ton per hektare atau naik sekitar 140 persen. Capaian tersebut ditandai dengan panen raya bersama Pupuk Kaltim, Pemerintah Daerah, serta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Rabu, 11 Februari 2026.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, menyebut keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan sektor pertanian melalui pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir. Program Agrosolution memberikan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk berkualitas, metode tanam berbasis ilmiah, hingga pendampingan agronomis berkelanjutan.

“Agrosolution kami rancang agar setiap produk Pupuk Kaltim benar-benar memberi dampak nyata bagi petani. Panen raya ini menunjukkan bahwa pertanian modern dan berkelanjutan mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan,” ujar Teguh.

Di Desa Tompobulu, program Agrosolution diterapkan pada lahan seluas 25 hingga 30 hektare dengan melibatkan 130 petani. Pendampingan dilakukan secara intensif melalui peningkatan kapasitas petani, pengolahan lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. Keberhasilan ini juga memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, antara Pupuk Kaltim, Pemerintah Kabupaten Maros, dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, dalam mendorong pertanian sebagai sektor strategis nasional.

Komisaris Utama Pupuk Kaltim, Andhi Nirwanto, menilai hasil panen di Tompobulu membuktikan bahwa pendekatan berbasis ekosistem pertanian mampu menghasilkan lompatan produktivitas yang signifikan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara itu, hasil ubinan menunjukkan produktivitas di dua titik sampel mencapai lebih dari 12 ton per hektare, melampaui rata-rata sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Maros pun menyambut baik keberhasilan tersebut sebagai bukti besarnya potensi pertanian daerah jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Program Agrosolution diharapkan menjadi model kolaborasi dalam membangun sektor pertanian yang tangguh, modern, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....