Menag Ingatkan Santri Jaga Spirit Ibadah

  • 10 Feb 2026 09:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa capaian santri di berbagai ruang strategis kehidupan bangsa harus tetap bertumpu pada satu fondasi utama: kedekatan dengan Allah SWT. Identitas santri, menurutnya, tidak ditentukan oleh jabatan atau prestasi duniawi, melainkan oleh konsistensi ibadah yang menghidupkan nurani dan menuntun langkah.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada peringatan Milad ke-20 Pondok Pesantren Madinatunnajah Is’ad (PPMI) Sholawatul Is’ad, Senin 9 Februari 2026. Ia mengaku bersyukur melihat para santri kini tampil sebagai bagian dari kelas menengah atas, mengisi posisi penting sebagai jenderal, duta besar, hingga akademisi. Namun di balik kebanggaan itu, Menag menegaskan satu pesan mendasar: jangan sampai kesuksesan mengikis kebiasaan spiritual yang ditempa di pesantren.

“Saya mohon, di mana pun kalian berada, jangan pernah kehilangan kepribadian santri. Jangan tinggalkan ibadah sunnah. Ketika seseorang tidak lagi membedakan antara yang sunnah dan yang fardu karena keduanya telah menjadi kebiasaan hidupnya, maka Allah akan membimbing penglihatannya, pendengarannya, dan seluruh gerak langkahnya,” ujar Menag.

Menag menekankan bahwa ibadah sunnah seperti shalat malam, puasa, dan amalan tambahan lainnya bukan sekadar pelengkap, melainkan penopang utama kejernihan batin. Dari sanalah lahir kepemimpinan yang jujur, kebijaksanaan yang jernih, serta keberanian moral dalam mengambil keputusan.

“Jangan melalaikan ibadah sunnah. Jadikan yang sunnah seolah-olah wajib, dan yang makruh seakan-akan haram. Jika itu telah menjadi laku hidup, insya Allah tanpa banyak meminta pun, Allah telah memahami apa yang dibutuhkan hamba-Nya,” tegasnya.

Lebih jauh, Menag mengajak santri untuk naik kelas secara hakiki: bukan hanya memiliki ilmu, tetapi menjelma menjadi pribadi yang hidup dengan ilmu itu sendiri. Spiritualitas yang melekat, katanya, akan membuka jalan ke mana pun tanpa kehilangan arah. “Selama kalian melekat dengan Tuhan, silakan melangkah sejauh apa pun. Jalan akan selalu terbuka,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Menag juga menggarisbawahi pentingnya kebersamaan antaralumni pesantren. Ia mengingatkan bahwa kekuatan sejati lahir dari persatuan dan sinergi, bukan dari berjalan sendiri-sendiri.

“Jangan berjalan terpisah, jangan bergerak sendiri. Al-ittihadu yadullah dalam persatuan ada tangan Tuhan. Di mana ada sinergi, di situ ada energi. Dari situlah keberkahan dan kekuatan akan lahir,” pungkasnya.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....