Resopa Temmanginggi: Kunci Sukses Astacita Membangun Bangsa

  • 05 Feb 2026 21:22 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, Makassar - Filosofi Resopa Temmanginggi, Naletei Pammase Dewata merupakan kristalisasi nilai luhur masyarakat Bugis yang menekankan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras yang konsisten dan doa. Di era modern ini, nilai tersebut menemukan relevansinya dalam visi Astacita, terutama dalam upaya memperkuat ideologi Pancasila dan demokrasi. Semangat pantang menyerah ini menjadi modal budaya (social capital) yang krusial untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional yang berkeadilan.

Dilansir dari Visi-Misi Pembangunan Nasional (Pemerintah RI), Dalam konteks penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), filosofi ini sejalan dengan misi Astacita untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Membangun manusia yang unggul tidak hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga ketangguhan mental atau etos kerja. Dengan menginternalisasi semangat Resopa, generasi muda didorong untuk memiliki ketekunan dalam menguasai sains dan teknologi guna menghadapi persaingan global yang kian kompetitif.

Kaitan filosofi ini dengan kemandirian bangsa terlihat pada dorongan untuk berdikari secara ekonomi. Astacita menekankan pada hilirisasi industri dan kedaulatan pangan yang memerlukan dedikasi tinggi dari para pelaku usaha dan petani Jika setiap elemen bangsa mengadopsi prinsip "hanya kerja keras yang mendatangkan rahmat," maka ketergantungan terhadap produk luar negeri dapat diminimalisir melalui inovasi lokal yang tekun dan berkelanjutan.

Berdasarkan jurnal kebudayaan dan pembangunan tentang internalisasi nilai resopa temmanginggi dalam kewirausahaan. Penerapan nilai ini juga mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Pejabat publik yang memegang teguh prinsip Resopa akan memahami bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan kerja nyata, bukan sarana mencari keuntungan instan melalui korupsi. Hal ini selaras dengan komitmen Astacita dalam melakukan reformasi politik, hukum, dan birokrasi demi menjamin supremasi hukum yang tidak pandang bulu. 

Integrasi kearifan lokal ke dalam kebijakan nasional merupakan langkah strategis untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Resopa Temmanginggi bukan sekadar slogan peninggalan leluhur, melainkan mesin penggerak transformasi sosial yang mampu menyatukan keragaman budaya di bawah payung Astacita. Dengan kerja keras yang terukur dan sandaran spiritual yang kuat, cita-cita besar bangsa untuk hidup makmur dan bermartabat akan segera menjadi kenyataan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....