Puncak Arus Balik di Bandara Sultan Hasanuddin Diperkirakan Akhir Maret 2026

  • 23 Mar 2026 21:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Aktivitas transportasi udara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menunjukkan lonjakan signifikan selama periode arus mudik hingga hari kedua pasca Lebaran 2026. Tercatat sebanyak 306.973 penumpang dilayani dengan total 2.428 pergerakan pesawat sejak 12 hingga 22 Maret 2026.

Dominasi pergerakan masih terjadi pada rute domestik, dengan jumlah mencapai 299.035 penumpang dan 2.373 pergerakan pesawat.

Sementara itu, trafik internasional tercatat relatif lebih kecil, yakni 7.938 penumpang dengan 55 pergerakan pesawat. Angka ini menegaskan bahwa mobilitas masyarakat selama Lebaran masih didorong oleh perjalanan antarwilayah di dalam negeri.

Lonjakan penumpang terlihat merata sepanjang periode mudik, dengan puncak harian menyentuh kisaran 37 ribu penumpang dan rata-rata tertinggi sekitar 36 ribu penumpang per hari. Tingginya angka tersebut mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat memanfaatkan transportasi udara untuk kembali ke kampung halaman maupun berlibur.

Adapun rute favorit yang mendominasi pergerakan penumpang meliputi Jakarta, Surabaya, dan Kendari. Ketiga kota ini menjadi simpul utama mobilitas, baik sebagai daerah asal maupun tujuan perjalanan selama musim Lebaran.

Memasuki fase arus balik, lonjakan penumpang diperkirakan masih akan berlanjut. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 Lebaran atau Sabtu, 28 Maret 2026, dengan estimasi jumlah penumpang mencapai 39.225 orang dalam satu hari. Angka ini diperkirakan menjadi titik tertinggi sepanjang periode angkutan Lebaran tahun ini.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menegaskan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan seluruh kesiapan operasional untuk mengantisipasi lonjakan tersebut. Mulai dari penambahan personel, penguatan layanan, hingga kesiapan fasilitas pendukung telah dipersiapkan secara menyeluruh.

“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026. Kami telah memastikan kesiapan personel serta fasilitas guna menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya pergerakan penumpang,” ujarnya Senin, 23 Maret 2026.

Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran arus mudik sejauh ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional bandara di tengah lonjakan trafik yang tinggi. “Kami mengapresiasi seluruh stakeholder atas dukungan dan kerja sama yang solid, serta kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan transportasi udara. Hingga akhir periode angkutan Lebaran, kami berkomitmen menjaga pelayanan tetap aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.

Dengan tren pergerakan yang terus meningkat, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diproyeksikan tetap menjadi salah satu simpul transportasi udara tersibuk di kawasan timur Indonesia selama momentum arus balik Lebaran tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....