Regional CEO Angkasa Pura V Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran

  • 13 Mar 2026 20:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros : Menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin resmi mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026. Posko tersebut dibuka melalui apel kesiapan yang digelar di Terminal Keberangkatan bandara yang berada di wilayah Kabupaten Maros, Kamis, 12 Maret 2026.

Apel pembukaan posko dipimpin Regional CEO Kantor Regional V Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan, dan diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan di lingkungan bandara, mulai dari otoritas bandara, maskapai penerbangan, hingga aparat keamanan.

Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini dijadwalkan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi seluruh stakeholder dalam memantau aktivitas penerbangan serta memberikan pelayanan kepada penumpang selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Dalam sambutannya, Handy Heryudhitiawan menyampaikan bahwa periode Lebaran merupakan salah satu momentum dengan tingkat mobilitas masyarakat paling tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, kesiapan sektor transportasi, khususnya transportasi udara, menjadi sangat penting untuk memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan lancar.

Ia juga menegaskan bahwa transportasi udara memiliki peran strategis dalam menghubungkan berbagai daerah di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh untuk berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.

Selain mengoperasikan posko terpadu, pihak pengelola bandara juga melakukan berbagai langkah kesiapan operasional, termasuk pemeriksaan fasilitas penerbangan di sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron, serta berbagai fasilitas keselamatan dan navigasi penerbangan guna memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi optimal.

Sementara itu, General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus E. T. Gandmulai memuturkan bahwa pihak bandara memperkirakan lonjakan jumlah penumpang akan mulai terlihat dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 Maret 2026.

"Selama periode tersebut, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 35 ribu orang per hari saat arus mudik, dan meningkat hingga 37 ribu penumpang per hari pada masa arus balik.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah maskapai penerbangan telah menyiapkan penerbangan tambahan (extra flight) ke beberapa rute favorit seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, hingga Ternate", ujar Minggus

"Selain itu, pengelola bandara juga menyiagakan hampir 1.300 personel yang terdiri dari unsur internal dan eksternal, termasuk maskapai, petugas ground handling, otoritas bandara, hingga aparat keamanan" tambahnya.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan operasional penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....