Antisipasi Banjir, BPBD Kota Madiun Bersihkan Kali Piring
- 03 Okt 2026 14:16 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Upaya mengantisipasi banjir saat musim penghujan mulai dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun. Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), TNI-Polri, perangkat kelurahan, serta sejumlah elemen terkait, pada Senin 2 Oktober 2026, BPBD melakukan kerja bakti membersihkan aliran Sungai atau Kali Piring di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo.
Pembersihan sungai tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah Kota Madiun. Terlebih, beberapa kawasan memiliki riwayat terdampak banjir saat debit air meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
"Ini sebagai tindak lanjut rapat koordinasi dengan teman-teman OPD terkait dan BBWS, terkait intervensi untuk mitigasi potensi bencana banjir yang ada di sekitar wilayah Kota Madiun," katanya.
Menurut Deddy, pembersihan Kali Piring di kawasan Bok Malang menjadi kegiatan perdana. Selanjutnya, kegiatan serupa bakal dilakukan secara rutin pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sedangkan pada Minggu, BPBD berencana melibatkan masyarakat.
"Aliran sungai yang melintasi wilayah Kota Madiun akan kita bersihkan, terutama wilayah yang paling sering terdampak banjir. Seperti Tawangrejo, Kelun, dan Pilangbango," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas masih menemukan sejumlah kendala. Di antaranya sedimentasi serta material bangunan yang berada di aliran sungai.
Deddy menyebut pembersihan vegetasi dan sampah relatif tidak menemui kendala berarti. Namun, material bangunan dan sedimentasi dengan ukuran cukup besar membutuhkan penanganan berbeda.
"Kalau pembersihan vegetasi dan sampah tidak ada kendala. Yang agak berat itu material-material bangunan dan sedimentasi. Kalau secara manual sepertinya tidak mungkin, sehingga membutuhkan alat berat," ucapnya.
Untuk penanganan sedimentasi, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta BBWS Bengawan Solo. Sebab, pengelolaan aliran sungai menjadi kewenangan BBWS di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Deddy menegaskan, mitigasi banjir tidak hanya dilakukan melalui pembersihan sungai. Perbaikan dinding saluran maupun sungai juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko dampak banjir.
"Mitigasi itu bagaimana kita meminimalkan risiko dampak. Pembersihan seperti ini juga mitigasi. Kemudian perbaikan dinding saluran atau sungai juga salah satu bagian dari mitigasi," katanya.
Ke depan, BPBD akan terus menggandeng OPD terkait, BBWS Bengawan Solo, serta masyarakat dalam kegiatan mitigasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi dampak banjir, terutama di wilayah yang selama ini rawan terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....