Bukan Sekadar Kata, Bahasa Mencerminkan Karakter Seseorang
- 30 Sep 2026 05:57 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Cara seseorang berbicara bukan sekadar persoalan memilih kata. Dari bahasa yang digunakan, cara merespons, hingga kesantunan dalam berkomunikasi, karakter seseorang dapat tercermin.
Karena itu, pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga perlu dibangun melalui kebiasaan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan tersebut disampaikan Wenny Wijayanti, M.Pd., Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKWMS Kampus Kota Madiun, saat menjadi narasumber dalam program Ngobras di Programa 1 RRI Madiun, Senin (28/9/2026).
Wenny menilai pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajarkan teori kebahasaan, tetapi juga menjadi teladan dalam menggunakan bahasa yang baik dan santun di lingkungan pembelajaran.
“Di dalam pendidikan Bahasa Indonesia, bagaimana bahasa itu diimplementasikan di dalam aktivitas belajar mengajar di kelas. Kita sebagai guru bisa memberikan contoh yang baik dalam hal komunikasi kepada siswa. Bagaimana kita bisa mengajari anak-anak itu untuk berkomunikasi yang santun, yang baik. Karena berkomunikasi yang santun merupakan salah satu cerminan pendidikan karakter seseorang,” kata Wenny.
Ia juga menyoroti perubahan pola komunikasi di kalangan mahasiswa, khususnya ketika berkomunikasi dengan dosen. Menurut Wenny, terdapat kecenderungan sebagian mahasiswa saat ini yang tidak lagi memperhatikan etika komunikasi sebagaimana yang sebelumnya lazim dilakukan.
“Mahasiswa saat ini sepertinya sudah mulai mengalami pergeseran dalam hal komunikasi. Itu salah satu bentuk kurang optimalnya pendidikan karakter. Dulu ketika mau menghubungi dosen dengan pembukaan, memperkenalkan diri, kemudian menyampaikan maksud dan tujuan dan ucapan terima kasih. Namun, gaya komunikasi mahasiswa sekarang cenderung tidak menunjukkan hal itu,” ujarnya.
Bagi Wenny, kebiasaan berkomunikasi dapat menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bagaimana pendidikan karakter diterapkan dalam kehidupan peserta didik. Kesantunan berbahasa, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan aturan tata bahasa, tetapi juga menyangkut sikap seseorang dalam menghargai lawan bicara.
“Justru yang bisa kita nilai adalah cara mereka berkomunikasi. Mereka terbiasa komunikasi santun atau tidak, terbiasa merespons stimulus atau tidak,” pungkas Wenny.
Pendidikan karakter dengan demikian tidak selalu harus hadir dalam bentuk mata pelajaran atau teori khusus. Dalam interaksi sederhana—cara menyapa, menyampaikan maksud, merespons pesan, hingga mengucapkan terima kasih—nilai-nilai karakter dapat dibentuk sekaligus tercermin.
Sebab, bahasa bukan hanya alat untuk menyampaikan pesan. Cara seseorang menggunakan bahasa juga menunjukkan bagaimana ia menghargai orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....