Memaknai ‘Baik-Baik Saja’ Jadi Topeng : Memahami Distress yang Tidak Terlihat
- 19 Sep 2026 11:03 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Seseorang yang tetap bekerja, bersekolah, bercanda, dan menjalani aktivitas sehari-hari belum tentu sedang berada dalam kondisi psikologis yang baik. Di balik rutinitas yang tampak normal, seseorang bisa saja mengalami distress, yakni tekanan psikologis yang membuat pikiran dan emosi terasa terbebani.
Hal tersebut disampaikan Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, Founder Psikologianak.id sekaligus Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), saat menjadi narasumber dalam acara, dan menjalani aktivitas seperti biasa, tetapi sebenarnya sedang mengalami distress, yaitu tekanankat menjadi penting. Memberikan ruang untuk bercerita dan tidak Teman Cerita di PRO 1 RRI Madiun, Selasa 8 September 2026.
“Seseorang bisa tetap bekerja, sekolah, bercanda, dan menjalani aktivitas seperti biasa, tetapi sebenarnya sedang mengalami distress, yaitu tekanan psikologis yang membuat emosi dan pikiran kita terasa terbebani,” kata Robik.
Menurut Robik, distress tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan psikologis. Namun, kondisi tersebut perlu diperhatikan apabila berlangsung dalam waktu lama atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
“Distress tidak selalu berarti gangguan mental. Yang perlu diperhatikan adalah berapa lama berlangsung dan seberapa besar dampaknya pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Robik menjelaskan, distress dapat dipicu oleh berbagai persoalan dalam kehidupan. Tekanan pekerjaan maupun sekolah, konflik keluarga, masalah hubungan, tekanan ekonomi, hingga kehilangan seseorang dapat menjadi pemicu. Bahkan, menurutnya, distress tidak selalu muncul akibat satu persoalan besar. Berbagai masalah kecil yang terus menumpuk juga dapat memberikan tekanan psikologis.
“Pemicunya dari distress biasanya bisa berupa masalah pekerjaan atau sekolah, konflik keluarga, masalah hubungan, tekanan ekonomi, kehilangan, atau banyak masalah kecil yang menumpuk,” jelas Robik.
Karena tidak selalu menunjukkan perubahan yang drastis, kondisi ini sering kali sulit dikenali, baik oleh orang yang mengalaminya maupun oleh orang-orang di sekitarnya.
Menurut Robik, tanda-tanda distress dapat dilihat dari perubahan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan tersebut biasanya tidak muncul secara mencolok sebagaimana gejala yang dapat terlihat pada kondisi depresi.
“Kalau orang mengalami depresi itu tanda-tanda fisiologisnya bisa sangat mencolok. Dari yang awalnya sangat suka makan menjadi tidak mau makan,” kata Robik.
Sementara itu, perubahan pada seseorang yang mengalami distress dapat berlangsung lebih halus. Orang yang biasanya banyak bicara, misalnya, perlahan menjadi lebih pendiam. Respons terhadap candaan juga dapat berubah, dari yang sebelumnya aktif menjadi lebih datar atau biasa saja.
“Awalnya dari yang biasanya cerewet, terus akhirnya jadi agak lebih pendiam. Kalau misalnya diajak bercanda, kok dia menanggapinya dengan biasa saja,” tuturnya.
| Baca juga: Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Ngawi |
Perubahan lainnya, lanjut Robik, seseorang dapat menjadi lebih mudah tersinggung dibandingkan biasanya. Meski tampak sederhana, perubahan-perubahan kecil tersebut patut diperhatikan apabila terjadi secara berulang dan berbeda dari kebiasaan orang tersebut.
Fenomena distress yang tidak terlihat menunjukkan bahwa kondisi psikologis seseorang tidak selalu dapat dinilai hanya dari penampilan luarnya. Seseorang tetap dapat menjalankan tanggung jawab, berinteraksi dengan orang lain, bahkan terlihat ceria, meskipun sedang menghadapi tekanan psikologis.
Karena itu, perhatian terhadap perubahan kecil pada diri sendiri maupun orang terdekat menjadi penting. Memberikan ruang untuk bercerita dan tidak langsung menghakimi dapat menjadi langkah awal untuk memahami apa yang sedang dialami seseorang.
Robik mengingatkan bahwa yang perlu menjadi perhatian bukan semata-mata apakah seseorang terlihat “baik-baik saja”, melainkan bagaimana tekanan tersebut berlangsung dan apakah sudah mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....