Petak 50A1 Lereng Lawu Terbakar, Petugas Buat Ilaran Cegah Api Merembet

  • 14 Sep 2026 18:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Petugas gabungan membuat ilaran untuk membatasi penyebaran api dalam kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Upaya tersebut dilakukan setelah kebakaran melanda Petak 50A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, wilayah Perum Perhutani KPH Lawu Ds.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds Hermawan mengatakan, pembuatan ilaran menjadi salah satu langkah yang ditempuh petugas untuk mengendalikan kebakaran di kawasan tersebut. Medan pegunungan membuat penanganan api tidak cukup hanya mengandalkan penyemprotan air.

“Medannya pegunungan. Jadi kami membuat ilaran, kemudian dengan gepyok, terus semprot pinggang,” ujar Hermawan melalui sambungan telepon, Senin (14/9/2026).

Menurut Hermawan, api membakar kawasan hutan yang sebelumnya menjadi lokasi penanaman Binus tahun 1997. Proses pemadaman masih berlangsung sehingga petugas terus melakukan pengendalian agar kobaran api tidak meluas.

Pembuatan ilaran dilakukan dengan membuka jalur pemisah untuk menghambat pergerakan api. Petugas juga menggunakan gepyok atau alat pemukul api serta penyemprotan untuk menangani titik-titik kebakaran.

“Ini sementara proses pemadaman. Yang terbakar lokasi Binus tahun 1997,” kata Hermawan.

Ia menjelaskan, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan lantaran proses pemadaman belum selesai. Berdasarkan perkiraan sementara, area terdampak kebakaran mencapai sekitar dua hektare.

“Kalau keluasan masih belum bisa karena ini masih proses. Kalau sudah estimasi, paling masih sekitar 2 hektare karena modelnya menjalar,” ujarnya.

Selain memutus jalur pergerakan api, petugas juga mengantisipasi kemungkinan kebakaran meluas ke wilayah Kabupaten Ngawi. Langkah tersebut dilakukan dengan menyiagakan masyarakat di wilayah Campurejo, termasuk di seberang sungai yang masuk wilayah tersebut.

“Termasuk antisipasi merempet ke Ngawi. Masyarakat juga sudah stand by di seberang sungai yang masuk wilayah Campurejo,” imbuhnya.

Pemadaman melibatkan BPBD, Polsek Panekan, Koramil Panekan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta jajaran Polisi Hutan Perhutani.

Hermawan menyebut kondisi angin yang sebelumnya cukup kencang kini mulai berkurang. Situasi tersebut diharapkan membantu petugas dalam mengendalikan kobaran api di kawasan hutan.

“Mudah-mudahan segera bisa teratasi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....