Perhutani Sebut Kebakaran Hutan Lawu di Magetan Telah Capai 17 Hektare
- 17 Sep 2026 20:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu yang meliputi wilayah Magetan dan Ngawi, Jawa Timur, diperkirakan telah membakar lahan sekitar 15 hektare. Perhutani masih memantau sejumlah titik untuk memastikan tidak ada api yang kembali meluas.
Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu DS, Hermawan, mengatakan luasan tersebut merupakan perkiraan sementara berdasarkan perkembangan kebakaran di sejumlah petak hutan di wilayah Magetan.
Kebakaran sebelumnya muncul di wilayah Magetan, salah satunya di Petak 50A1 RPH Bedagung, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Magetan. Api di titik tersebut telah berhasil dipadamkan.
Namun, kebakaran kemudian muncul di Petak 66 RPH Bedagung, Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo. Kebakaran di lokasi tersebut membakar kawasan hutan produksi dengan luasan sekitar delapan hektare.
"Area hutan yang terbakar sudah ada 17 hektare. Desa Getas Anyar Kecamatan Sidorejo petak 66 8 Hektare dan Desa Jabung Kecamatan Panekan petak 50 9 Hektare,"kata Hermawan, Kamis (17/9/2026).
Sementara itu, titik kebakaran juga merambat ke kawasan hutan di wilayah Ngawi. Pergerakan api dipengaruhi kondisi vegetasi yang didominasi rerumputan dan semak kering serta arah angin.
Hermawan mengatakan kawasan yang terbakar berada dalam bentang hutan Gunung Lawu yang saling berdekatan antara Magetan dan Ngawi. Karena itu, penanganan dan pemantauan dilakukan secara terpadu di kedua wilayah.
“Kemungkinan masih bisa bertambah area dampaknya karena data dinamis dan ada di perbatasan Ngawi,” imbuhnya.
Saat ini titik api di wilayah Magetan telah berhasil dipadamkan. Namun, Perhutani tetap melakukan pemantauan karena masih terdapat indikasi titik api di kawasan hutan yang mengarah ke wilayah Ngawi.
Selain pemadaman langsung, petugas membuat ilaran atau sekat bakar untuk menghambat pergerakan api. Sejumlah kawasan juga dipantau dari titik aman untuk mengetahui kemungkinan munculnya kembali api atau bara.
“Kondisi medan yang terjal dan vegetasi kering menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran,” imbuhnya.
Perhutani bersama unsur gabungan tetap melakukan penyisiran dan pemantauan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....