Gelar Pengajian Peringati Tiga Agenda, PSHT Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas

  • 06 Sep 2026 11:05 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas Kota Pendekar. Warga SH Terate diminta menjunjung tinggi ajaran budi luhur serta menjauhi segala bentuk tindakan anarkistis dan permusuhan antarsesama anak bangsa.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pengajian bertajuk Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar yang digelar keluarga besar PSHT Pusat Madiun, Sabtu malam, 5 September 2026.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun H.R. Moerdjoko H.W. mengatakan, pengajian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebangsaan dan ajaran luhur yang diwariskan para pendiri SH Terate.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, memperingati 104 tahun berdirinya SH Terate yang jatuh pada 2 September, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

’’Dari pengajian ini, kami berharap insan SH Terate bisa memegang teguh ajaran budi luhur dan apa yang telah diwariskan oleh pendiri maupun pendahulu kita,’’ kata Moerdjoko.

Menurut dia, salah satu warisan yang harus dijaga adalah komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Termasuk menjaga dan mengamalkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Moerdjoko, harus membentuk karakter warga SH Terate yang patriotik serta memiliki kecintaan terhadap tanah air, bangsa, dan negara.

Karena itu, dia menegaskan bahwa tindakan anarkistis dan permusuhan antarsesama tidak mencerminkan jati diri warga SH Terate.

’’Kalau warga SH Terate masih senang melakukan perbuatan-perbuatan anarkistis atau bermusuhan dengan sesama bangsanya, itu tidak menunjukkan jiwa SH Terate,’’ ucapnya.

Moerdjoko pun mengajak seluruh warga SH Terate untuk menjaga kebersamaan dan berkontribusi menciptakan keamanan serta ketertiban di Madiun.

Menurut dia, menjaga Kota Madiun agar tetap aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih, upaya membangun daerah membutuhkan situasi yang kondusif.

’’Mari kita jaga Madiun. Kita jadikan Kota Pendekar yang benar-benar kondusif, aman, tenteram, dan damai,’’ ujarnya.

Pengajian tersebut, lanjut dia, juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT Pusat Madiun Issoebiantoro mengatakan, pengajian tersebut mencerminkan semangat keterbukaan yang menjadi bagian dari ajaran SH Terate.

Menurut dia, SH Terate dapat bersinergi dengan berbagai latar belakang kepercayaan, agama, maupun suku bangsa.

’’SH Terate bisa diterima di segala suku bangsa. Dalam ajaran SH Terate, kita tidak membedakan latar belakang kepercayaan maupun agama,’’ katanya.

Hal itu, menurut Issoebiantoro, menjadi salah satu alasan perjalanan SH Terate mampu bertahan hingga memasuki usia 104 tahun.

Dia mengajak seluruh warga dan keluarga besar SH Terate, baik di Indonesia maupun berbagai negara, untuk terus menjaga persaudaraan dan melestarikan ajaran organisasi.

’’Kita patut bersyukur SH Terate telah diberi umur hingga 104 tahun. Semoga SH Terate tetap kekal, jaya, dan abadi selama-lamanya,’’ tuturnya.

Dalam pengajian tersebut, sejumlah tokoh turut menjadi pembicara. Irjen Pol (Purn) Ahmad Nur Wahid, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, menyampaikan materi bertajuk PSHT dalam Bingkai Kebangsaan.

Kemudian, Ketua Himpunan Penghayat Kepercayaan Dr. Hadi Prajoko membawakan materi PSHT dalam Bingkai Kebudayaan. Sementara materi PSHT dalam Bingkai Keagamaan disampaikan Dr. Mohammad Da’i Robbi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Beberapa ketua dari Perguruan Pencak Silat yang ada di Madiun juga turut hadir dalam pengajian yang digelar.

Tidak hanya diisi ceramah dan diskusi, pengajian tersebut juga diramaikan berbagai pertunjukan seni. Salah satunya pencak silat dalam bentuk cerita yang menggambarkan nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut menampilkan kesenian jaranan sentherewe. Beragam pertunjukan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi budaya dan religi yang diusung dalam pengajian bertema Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....