Membangun Budaya Pilah Sampah di Masyarakat

  • 31 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Darurat sampah menjadi persoalan yang dihadapi hampir di setiap daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat hingga pemerintah, untuk menekan volume sampah dan meningkatkan pengelolaannya.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga adalah membangun kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Namun, membangun budaya memilah sampah di tengah masyarakat bukan perkara mudah karena membutuhkan perubahan pola pikir dan kebiasaan.

Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun, Erny Untari, M.Pd., saat menjadi narasumber acara Green Radio di PRO 1 RRI Madiun, Sabtu 29 Agustus 2026, mengatakan persoalan sampah sebenarnya berawal dari rumah tangga sebagai sumber utama sampah sebelum akhirnya dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Jadi begini, sebenarnya terkait dengan kebiasaan pola pikir saja. Padahal kita tahu kalau di TPA, tempat pemrosesan akhir, sampah memang sudah menggunung sehingga sudah darurat sampah. Padahal itu semua sumbernya dari mana? Hulunya dari mana? Dari rumah tangga,” ujar Erny

Menurut Erny, selain membangun kesadaran masyarakat, diperlukan keterlibatan pemerintah, khususnya pemerintah desa, untuk mendukung pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Salah satunya melalui regulasi berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah atau limbah rumah tangga.

“Ternyata harus didukung oleh pemerintah desa. Jadi Pemdes itu minimal membuat aturan atau Perdes. Jadi ini saling terkait. Nah, maaf, di sini harus ada sanksi. Jadi kalau ada yang buang sampah di sungai mungkin ada sanksi tersendiri. Edukasi saja, tujuannya tidak menghukum, demi bumi kita agar sehat, agar indah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....