Wagub Jatim: Pawitandirogo Berpotensi Jadi Kawasan Ekonomi Kreatif

  • 30 Agt 2026 10:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai kawasan Pawitandirogo memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Kawasan yang mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten dan Kota Madiun, serta Ponorogo itu dinilai memiliki karakter geografis yang lebih sesuai untuk pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif dibandingkan industri berat.

“Wilayah Pawitandirogo ini luas, tetapi tidak cocok dikembangkan untuk perkebunan skala besar dan industri-industri berat,” kata Emil saat menjadi narasumber Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo bertema “Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi” di Ballroom Hotel Mercure, Kota Madiun, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Emil, tiga sektor tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi kawasan Pawitandirogo. Pengembangan ekonomi kreatif, kata dia, juga perlu ditopang sinergi antardaerah dan pemanfaatan sumber daya manusia lokal.

Emil mengatakan jumlah penduduk di kawasan Pawitandirogo cukup besar sehingga dapat menjadi basis pengembangan talenta kreatif. Jika dikelola secara terintegrasi, talenta tersebut dapat memperoleh ruang untuk berkembang sekaligus terhubung dengan kebijakan pemerintah.

Ia menyinggung sejumlah program yang telah masuk dalam rencana induk pemerintah, antara lain pengembangan desa dan kelurahan kreatif, aktivasi creative hub, serta Creative by Indonesia.

“Ekonomi kreatif ini mesin pertumbuhan ekonomi baru. Jangan sampai kawasan Pawitandirogo tidak segera memanfaatkan peluang-peluang ini,” ujarnya.

Program untuk pekerja kreatif

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Emil, telah menjalankan sejumlah program untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja ekonomi kreatif. Salah satunya Millennial Job Center (MJC).

Melalui program tersebut, pelaku usaha kecil dan menengah dipertemukan dengan talenta digital. Talenta yang belum memiliki pengalaman kerja akan mendapatkan pendampingan mentor dan terlibat dalam pengerjaan proyek nyata.

“Pengalaman itu berbayar. Jadi mereka tidak dianggap sebagai magang biasa, tetapi mengerjakan proyek dan memegang tanggung jawab yang nyata,” kata Emil.

Program tersebut, menurut dia, penting karena karakter pekerja ekonomi kreatif berbeda dari pekerja konvensional. Banyak pekerja kreatif bekerja sebagai pekerja lepas atau freelancer. Karena itu, portofolio menjadi salah satu modal utama untuk mendapatkan proyek berikutnya.

MJC berupaya membantu para pekerja lepas atau gig workers membangun portofolio melalui pengalaman mengerjakan proyek. Setelah menyelesaikan program, mereka diharapkan dapat mencari klien secara mandiri.

“Kalau kita mau mendorong ekonomi kreatif, kita harus mendengar apa yang menjadi keluh kesah tenaga-tenaga ekonomi kreatif sehingga bisa menjawab kebutuhan mereka,” tuturnya.

Emil juga menilai pengembangan ekonomi kreatif tidak harus berada di bawah satu unit khusus. Program tersebut dapat terintegrasi dengan sektor usaha kecil dan menengah, pertanian, maupun berbagai organisasi perangkat daerah.

Menurut dia, tantangannya adalah memastikan program-program tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antarinstansi diperlukan agar pengembangan ekonomi kreatif tidak tumpang tindih dan seluruh kebutuhan pelaku ekraf dapat terwadahi.

Jatim masuk tiga besar

Emil menyebut Jawa Timur berada di jajaran tiga besar nasional untuk hampir seluruh subsektor ekonomi kreatif. Beberapa di antaranya adalah kuliner, kriya, dan aplikasi.

Menurut dia, besarnya aktivitas usaha ekonomi kreatif di Jawa Timur juga terlihat dari ekspansi yang dilakukan pelaku usaha. Namun, sebagian ekspansi tersebut belum tercatat secara formal sebagai investasi.

“Banyak pelaku usaha yang mengembangkan sayap usahanya, tetapi tidak tercatat sebagai investasi dalam proses pencatatan,” katanya.

Emil mengatakan karakter pelaku usaha di Jawa Timur cenderung aktif mengembangkan bisnis yang sudah berjalan. Ekspansi tersebut secara substansi dapat dikategorikan sebagai investasi, meski dalam pencatatan formal belum seluruhnya masuk sebagai investasi.

Ia berharap potensi tersebut dapat menjadi modal bagi pengembangan ekonomi kreatif di kawasan Pawitandirogo, terutama melalui kolaborasi antarwilayah dan kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi talenta lokal. (adk)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....