Cuaca Madiun Raya 22 - 24 Juli 2026, Cerah – Cerah Berawan, Potensi Hujan Sangat Rendah
- 22 Jul 2026 18:30 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, hasil analisis kondisi iklim terkini menunjukkan sebagian besar wilayah Jawa Timur berada pada kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) Panjang (21–30 hari) hingga Kekeringan Ekstrem (>60 hari). Kondisi itu mencerminkan musim kemarau yang telah memasuki fase puncak. Di sisi lain, pemantauan iklim global menunjukkan El Niño masih aktif dengan anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 sebesar +1,47°C dan nilai Southern Oscillation Index (SOI) rata-rata 30 hari sebesar -29,6, yang mengindikasikan El Niño masih signifikan dan berpotensi mencapai kategori kuat. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKB Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kondisi tersebut memperkuat karakter atmosfer yang lebih kering selama musim kemarau. Namun demikian, dinamika atmosfer regional, terutama aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial serta sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua yang membentuk daerah belokan dan perlambatan angin, masih mendukung pertumbuhan awan hujan.
”Jadi meskipun cuaca kering diprakirakan lebih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah Jawa Timur,” ungkap Setiyaris, Rabu 22 Juli 2026.
Sedangkan cuaca untuk wilayah Madiun Raya 3 hari ke depan diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan potensi hujan yang sangat rendah.
▪ Pagi hari, potensi udara kabur (hazy) di beberapa lokasi, suhu udara berkisar 18–29°C, kelembapan 75–90%, dan angin bertiup dari Tenggara dengan kecepatan 5–15 km/jam.
▪ Siang hari, suhu udara mencapai 29–34°C, kelembapan menurun menjadi 45–60%, sedangkan angin bertiup dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan 15–25 km/jam, sehingga cuaca terasa lebih kering dan berangin.
▪ Malam hari, udara terasa lebih sejuk terutama di wilayah dataran tinggi Magetan. Suhu udara berkisar 18–23°C, kelembapan meningkat menjadi 70–90%, dan angin bertiup dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan 5–15 km/jam. Fenomena bediding masih berpotensi terjadi pada malam hingga dini hari, terutama di kawasan dataran tinggi.
Setiyaris menghibau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman dengan tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan, mengingat kondisi udara yang kering dan angin siang hari yang cukup kencang. Untuk masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan Pacitan agar memantau informasi cuaca dan gelombang laut karena angin kencang dapat meningkatkan tinggi gelombang. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....