Cuaca Madiun Raya 22-24 Agustus, Cerah - Cerah Berawan, Pagi Atmosfer Cenderung Kering
- 22 Agt 2026 23:59 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, saat ini Jawa Timur masih berada pada puncak musim kemarau, sehingga sebagian besar wilayah masih mengalami kondisi yang kering dengan curah hujan di bawah normal. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kondisi ini dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Australia, serta perkembangan El Niño dan IOD yang turut mengurangi pembentukan awan dan curah hujan. Aktivitas Siklon Tropis Saudel dan Bibit Siklon Tropis 95W di sekitar Filipina juga dapat memengaruhi pola angin regional, sehingga angin yang melintas di wilayah Jawa Timur berpotensi menjadi lebih kencang. Kondisi kering dan berangin ini dapat mempercepat pengeringan lahan dan vegetasi serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sedangkan untuk cuaca wilayah Madiun Raya mulai pagi, siang, malam hingga pagi hari didominasi cerah hingga cerah berawan.
“Prospek cuaca wilayah Madiun Raya untuk 3 hari ke depan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan dengan peluang hujan yang sangat rendah,” ungkap Setiyaris, Minggu 22 Agustus 2026.
Pagi Hari, cuaca udara kabur (haze) hingga cerah berawan dengan atmosfer cenderung kering. Suhu berkisar 18–25°C, dengan suhu terendah di dataran tinggi Magetan, kelembapan 75–95% dan angin dari Timur–Tenggara sekitar 5–15 km/jam.
Siang Hari, cuaca cerah terik dengan suhu 28–35°C, kelembapan 44–60%, dan angin Timur–Tenggara sekitar 15–25 km/jam, dengan hembusan hingga 30 km/jam di pesisir Pacitan.
Malam hingga Dini Hari, cuaca cerah tanpa awan dengan suhu 18–25°C dan kelembapan 65–95% yang meningkat pada malam hingga dini hari. Angin dari arah Tenggara melemah menjadi 5–10 km/jam.
Setiyaris menjelaskan, Madiun Raya saat ini berada pada puncak musim kemarau, dengan beberapa wilayah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari. Masyarakat di perbukitan karst Pacitan serta Jenangan dan Bungkal, Ponorogo perlu menghemat air karena berisiko mengalami krisis air bersih. Sementara itu, lereng Gunung Lawu di Magetan serta kawasan hutan jati Ngawi dan Madiun perlu mewaspadai Karhutla, sedangkan pesisir selatan Pacitan perlu berhati-hati terhadap gelombang tinggi. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, menghemat air, menjaga hidrasi pada siang hari, dan menggunakan pakaian hangat saat malam hingga dini hari. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....