Lingkungan adalah Pinjaman, bukan Warisan Nenek Moyang

  • 21 Agt 2026 17:17 WIB
  •  Madiun
Poin Utama
  • Ir. Wuryantoro merubah konsep tradisional bahwa bumi adalah warisan nenek moyang menjadi perspektif bahwa lingkungan adalah pinjaman yang harus dikembalikan kepada generasi masa depan.
  • Pandangan ini menempatkan manusia dalam posisi sebagai peminjam dengan kewajiban moral untuk mengembalikan alam dalam kondisi yang sama atau lebih baik.
  • Tanggung jawab lingkungan bukan hanya tentang menjaga warisan, tetapi tentang etika pengembalian aset yang dipinjam dengan integritas kepada generasi mendatang.

RRI.CO.ID, Madiun - Sering kali kita mendengar istilah bahwa bumi adalah warisan dari nenek moyang yang harus dijaga. Namun, Ir. Wuryantoro, M.P. meluruskan konsep tersebut dengan cara yang lebih mendalam dan menggugah rasa tanggung jawab.

Menurutnya, lingkungan bukanlah milik kita hari ini, melainkan pinjaman yang harus dikembalikan kepada generasi masa depan. Pandangan ini menempatkan posisi manusia sebagai peminjam yang memiliki kewajiban moral.

Jika kita meminjam sesuatu, tentu kita berkewajiban untuk mengembalikannya dalam kondisi yang sama, atau bahkan lebih baik dari saat kita menerimanya. Inilah inti dari tanggung jawab kita terhadap alam semesta saat ini.

"Lingkungan itu kan bukan waris-warisan dari nenek moyang kita, tapi kan pinjaman dari generasi penerus kita," ujar Wuryantoro saat meenjadi narasumber Green Radio Programa 1 RRI Madiun, belum lama ini.

Konsep ini menuntut perubahan perilaku yang drastis, mengingat kondisi bumi yang terus mengalami degradasi akibat aktivitas manusia yang tidak terkontrol. Banyak orang baru tersadar akan pentingnya lingkungan ketika dampak buruk sudah dirasakan secara langsung, seperti polusi atau bencana iklim.

Wuryantoro menegaskan bahwa kita tidak bisa terus-menerus menunggu dampak negatif muncul baru bergerak. Kesadaran harus lahir dari rasa tanggung jawab terhadap hak anak cucu kita nantinya.

Menjaga lingkungan bukan sekadar menjaga pohon atau udara, melainkan menjaga hak hidup generasi mendatang. Setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini, seperti menanam tanaman atau mengurangi jejak karbon, adalah bentuk pembayaran cicilan atas "pinjaman" bumi yang kita gunakan saat ini.

Generasi masa depan berhak menikmati lingkungan yang sehat, subur, dan indah. Oleh karena itu, membangun karakter cinta lingkungan sejak dini menjadi harga mati. Dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan ini, kita memastikan bahwa pinjaman ini akan kembali dengan nilai tambah yang membuat generasi penerus bisa hidup dengan layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....