Pemkot Madiun Kembangkan Maggot untuk Kurangi Sampah Organik
- 18 Agt 2026 12:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun mendorong pemanfaatan maggot atau larva black soldier fly (BSF) untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Program ini akan diperluas hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan kelompok masyarakat.
Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagus mengatakan budidaya maggot relatif mudah dikembangkan karena tidak membutuhkan lahan luas. Pertumbuhannya juga tergolong cepat.
"Budidaya maggot itu cocok sekali karena tidak butuh ruang yang besar. Perkembangannya juga cepat," kata Bagus.
Edukasi mengenai pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot dilakukan melalui sejumlah kegiatan. Salah satunya melibatkan anggota Pramuka yang telah belajar mengembangkan maggot dari sampah organik rumah tangga.
Hasil panen maggot dari budidaya tersebut kemudian dibagikan ke sejumlah lokasi, antara lain tempat budidaya perikanan Bumi Semendung dan Pondok Lansia. Maggot itu dimanfaatkan sebagai pakan, termasuk untuk ternak lele.
"Adik-adik Pramuka ini sudah mengembangkan dan belajar terkait pengembangan maggot dari sampah-sampah organik rumah tangga. Hasil panennya kami serahkan langsung ke Pondok Lansia dan Semendung untuk ternak lele," ujar Bagus.
Menurut dia, Pemkot Madiun menyiapkan pengembangan budidaya maggot di lingkungan RT. Sampah organik yang dihasilkan rumah tangga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan budidaya sehingga tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bagus juga mengaitkan program tersebut dengan pengembangan urban farming. Selain digunakan untuk pakan ternak dan ikan, maggot hasil budidaya dapat dijual sehingga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
"Harapannya ada urban farming. Hasil maggot ini bisa dijual dan juga dimanfaatkan di lingkungan untuk makan ternak, makan ikan, dan lain-lain," kata dia.
Pemkot tidak hanya mengembangkan budidaya maggot dalam skala lingkungan. Sejumlah kelompok masyarakat juga akan dilibatkan. Pemerintah kota berencana menyiapkan beberapa lokasi untuk budidaya maggot berskala lebih besar.
Sekitar empat lokasi dibidik untuk pengembangan tersebut, yakni di wilayah Kelurahan Demangan, Kartoharjo, Madiun Lor, dan Manguharjo.
Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah organik sekaligus menekan jumlah sampah yang dikirim ke TPA Winongo. Di sisi lain, maggot memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak maupun ikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....