Prevalensi Stunting Kabupaten Madiun Menurun, Dua Kecamatan Masih jadi PR

  • 14 Agt 2026 18:52 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Prevalensi stunting di Kabupaten Madiun menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Madiun, prevalensi stunting turun dari 5,48 persen pada 2024 menjadi 5,14 persen pada 2025, dan kembali turun menjadi 5,02 persen pada Juli 2026.

Meski menunjukkan tren penurunan, Pemerintah Kabupaten Madiun masih memiliki pekerjaan rumah di dua kecamatan, yakni Saradan dan Pilangkenceng. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyebut prevalensi stunting di kedua kecamatan tersebut masih berada di atas rata-rata kabupaten sekitar 7-8 persen.

Hari mengatakan, keterlambatan intervensi dan kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam penanganan stunting di dua kecamatan tersebut.

"Karena kita agak terlambat dulu intervensi kita ke sana dan memang kondisi geografisnya kita agak kesulitan. Di sana hutan, antar rumahnya juga jauh. Ini juga mempengaruhi," jelasnya usai kegiatan monitoring Bulan Timbang dalam rangka Gerakan Cegah Stunting di Posyandu Kartini, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Selasa (11/8/2026).

Menurut Hari, Pemkab Madiun akan terus mengantisipasi kondisi di Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng. Di sisi lain, Hari menjelaskan, upaya pencegahan stunting yang dilakukan Pemkab Madiun tidak hanya menyasar balita, tapi juga pada remaja melalui pemberian tablet tambah darah, edukasi calon pengantin, hingga imunisasi untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.

Ia menargetkan prevalensi stunting di Kabupaten Madiun dapat ditekan hingga di bawah 5 persen. Bahkan, Hari berharap angkanya dapat mencapai di bawah 2,5 persen seperti target internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....