Budiman Sudjatmiko Dorong Warga Desa Masuk Rantai Pasok MBG
- 14 Agt 2026 18:51 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Seminar nasional bertema Peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Meningkatkan Perekonomian Desa dan Pengentasan Kemiskinan digelar di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPP PAPDESI masa bakti 2026-2031.
Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menjadi salah satu pembicara terkait program MBG. Menurutnya, program strategis nasional tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi, namun juga perlu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Budiman mengatakan masyarakat desa diharapkan dapat berperan dalam memproduksi dan menyediakan bahan pangan untuk MBG. Oleh sebab itu, PAPDESI diminta aktif mengajak masyarakat desa masuk dalam rantai pasok MBG.
“PAPDESI hadir untuk memberikan jawaban. Ini dikerjakan oleh masyarakat desa, dinakhodai PAPDESI, dengan mengaktifkan suplai bahan mentah untuk MBG,” ujar Budiman usai seminar.
Meski demikian, Budiman menekankan bahan pangan yang dipasok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memenuhi standar kualitas. Karena itu, PAPDESI juga diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam mengelola usaha, pencatatan keuangan, hingga pengendalian mutu atau quality control.
"Untuk menyuplai SPPG, makanan tidak bisa beras kualitas biasa. Tidak bisa telur kualitas biasa, tidak bisa sayur asal-asalan. Harus ada standar produk,” katanya.
Selain itu, Budiman mendorong pengembangan klaster produksi desa secara lebih masif. Ia menargetkan sebanyak 50 ribu desa di Indonesia dapat membentuk klaster produksi dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Menurutnya, pemanfaatan potensi wilayah setempat untuk mendukung rantai pasok MBG dapat menghemat anggaran, mendorong perputaran ekonomi sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
“Kalau itu terjadi, MBG-nya berjalan, anggarannya bisa dihemat, industri desa dan kabupaten bisa tumbuh, dan perputaran ekonomi di desa maju,” katanya.
Budiman meminta PAPDESI memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tidak tertinggal dari peluang ekonomi yang muncul melalui berbagai program pemerintah. Ia pun mempersilakan masyarakat kurang mampu yang merasa belum dilibatkan untuk menyampaikan laporan kepadanya.
"Orang miskin jangan ditinggal. Orang miskin harus ikut di MBG, ikut koperasi, ikut menyuplai telur, padi, sayur," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....