Perkuat Pencegahan Stunting, Bupati Madiun Tekankan Pentingnya Akurasi Data
- 12 Agt 2026 09:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya menekan angka stunting. Salah satunya melalui kegiatan Monitoring Bulan Timbang Serentak di Posyandu Kartini, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Selasa 11 Agustus 2026.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Madiun, prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan, dari 5,48 persen pada 2024 menjadi 5,14 persen pada 2025. Pada Juli 2026, angkanya kembali turun menjadi 5,02 persen.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan Bulan Timbang mencapai 97 persen. Meski demikian, ia menekankan agar pencatatan hasil pengukuran balita sesuai kondisi sebenarnya termasuk angka di belakang koma. Menurutnya, pencatatan hasil pengukuran balita dengan pembulatan angka dapat memengaruhi angka prevalensi stunting.
“Kalau misalkan 1,2 ya 1,2. Jangan dibulatkan menjadi 1. 1,5 menjadi 2, tidak. Ya tetap komanya tulis komanya. Ya karena itu akan memengaruhi. Jumlah bayinya juga banyak sehingga akan mempengaruhi persentase," jelasnya.
Hari menambahkan Pemkab Madiun akan melakukan pendalaman sekaligus meningkatkan kemampuan kader Posyandu agar proses pengukuran dan pencatatan dilakukan secara lebih akurat.
“Nanti akan kami berikan pendalaman kepada teman-teman kader supaya mereka betul-betul pencatatannya sesuai data yang kita dapatkan. Ini yang termasuk cara mengukur tinggi badan,” tambahnya.
Selain menyoroti akurasi data, Hari menyampaikan Pemkab Madiun melakukan pencegahan stunting tidak hanya menyasar balita, tapi juga pada remaja melalui pemberian tablet tambah darah, edukasi calon pengantin, hingga imunisasi untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Hery Setyana, menjelaskan Bulan Timbang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Ia menilai antusiasme masyarakat cukup baik, dengan angka kunjungan atau D/S mencapai rata-rata 95 hingga 97 persen.
“Kegiatan penimbangan di Posyandu itu sudah rutin. Tentu kita upayakan bahwa angka D/S nya itu yang balita yang menimbang juga tetap terjaga di angka minimal 95 persen. Dan nanti akan ketemu balita-balita yang stunting agar segera bisa kita intervensi,” ujarnya.
Selain monitoring dan evaluasi, kegiatan tersebut juga diisi edukasi mengenai gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita dan bayi. Materi lainnya meliputi 1.000 hari pertama kehidupan, ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI atau MPASI.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan balita meningkat sekaligus mendorong optimalisasi peran Posyandu dalam upaya pencegahan stunting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....