Rumah Seorang Janda di Ponorogo Ambruk, Ini Pengakuan Pemilik

  • 03 Agt 2026 19:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo – Sebuah rumah milik Kademi, seorang janda warga Dusun Bakalan, Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, roboh secara tiba-tiba pada saat cuaca cerah tanpa disertai angin maupun hujan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meski pemilik rumah sempat berada di dalam bangunan.

Kademi menuturkan, saat kejadian dirinya sedang duduk di dalam rumah. Ia melihat bagian selambu rumah bergerak sebelum bangunan akhirnya ambruk.

"Saya lihat selambunya goyang-goyang, lalu roboh. Saya sedang duduk di dalam rumah. Setelah ambruk saya langsung keluar. Ya kaget," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab rumahnya roboh. Menurutnya, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Saat ini, Kademi untuk sementara mengungsi di rumah adiknya.

Hal senada disampaikan warga setempat, Misradi. Ia mengatakan, sebelum rumah roboh terdengar suara kayu berderak, kemudian bangunan ambruk secara tiba-tiba.

"Katanya yang punya ada suara kretek-kretek, tahu-tahu roboh. Nggak ada angin. Waktu itu penghuni di dalam, pas roboh langsung keluar. Untungnya selamat, hanya rambutnya penuh debu karena runtuhan," katanya.

Misradi menyebut rumah tersebut diperkirakan telah berdiri lebih dari 10 tahun. Menurutnya, kondisi material bangunan, termasuk kayu penyangga, masih terlihat baik alias tidak dimakan rayap.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar satu bulan terakhir terdapat aktivitas penambangan berjarak sekitar puluhan meter dari lokasi rumah. Aktivitas alat berat, menurutnya, dapat terdengar hingga permukiman. Meski demikian, ia tidak dapat memastikan apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan ambruknya rumah.

Sementara itu, Kepala Desa Nglewan, Suwandi, mengatakan pemerintah desa belum dapat menyimpulkan penyebab pasti robohnya rumah tersebut.

"Kan nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba roboh. Setelah dicek memang ada aktivitas tambang sekitar 30 meter dari lokasi. Apakah ada kaitannya atau tidak, saya tidak bisa memastikan," ujarnya.

Suwandi mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Menurutnya, pemerintah desa juga mengupayakan agar pemilik rumah memperoleh bantuan, sementara warga bergotong royong membersihkan material bangunan yang roboh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....