11 Mahasiswa Kabupaten Madiun Masuk Tim Ekspedisi Patriot, Ini Pesan Wakil Bupati

  • 22 Jul 2026 07:32 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Sebanyak 11 mahasiswa asal Kabupaten Madiun lolos seleksi Tim Ekspedisi Patriot. Mereka akan diberangkatkan ke sejumlah kawasan transmigrasi untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan, sekaligus membantu masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi daerah.

Program Ekspedisi Patriot merupakan program dari Kementerian Transmigrasi yang melibatkan mahasiswa dan akademisi dalam upaya pengembangan kawasan transmigrasi. Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat melakukan pendampingan langsung dan membantu masyarakat mengoptimalkan potensi lokal.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Ekspedisi Patriot tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, peserta bertugas melakukan investigasi dan pemetaan potensi sumber daya alam. Sementara pada tahun ini, peserta ditugaskan untuk menindaklanjuti hasil pemetaan tersebut.

Purnomo berharap para peserta mampu menerapkan ilmunya untuk membantu warga memanfaatkan potensi sumber daya alam sekitar, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan transmigrasi.

"Tahun lalu tahun 2025 mereka ditugaskan untuk melakukan investigasi, profiling sumber daya alam, jadi strength, weakness, opportunity-nya daerah itu apa. Tahun ini mereka dikirim ke sana untuk mengaplikasikan potensi di sana. Supaya nanti mengajari masyarakat di sana agar mampu memberdayakan, memanfaatkan, meningkatkan sumber daya alam, sehingga mampu meningkatkan taraf hidupnya mereka. Sehingga kesejahteraan nanti bisa tercapai," ujarnya usai kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Ruang Rapat IT Pusat Pemerintahan Caruban, Selasa (21/7/2026).

Sebelas peserta tersebut berasal dari empat perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebanyak tiga orang, Universitas Airlangga lima orang, Universitas Brawijaya dua orang, dan Universitas Gadjah Mada satu orang.

Mereka akan ditempatkan di enam kawasan transmigrasi, yaitu Momiwaren dan Prafi di Kabupaten Manokwari Selatan, Bahari Tomini Raya di Kabupaten Parigi Moutong, Klamono-Segun di Kabupaten Sorong, Sarudu Baras di Kabupaten Pasangkayu, serta Muting di Kabupaten Merauke. Keberangkatan peserta menuju lokasi penugasan dijadwalkan pada 24 Juli 2026.

Purnomo berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan penugasan. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan menyiapkan obat bagi para peserta sebagai langkah antisipasi. Ia juga berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....