Manfaatkan MPLS untuk Pembentukan Karakter dan Pencegahan Radikalisasi

  • 14 Jul 2026 06:29 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Ngawi secara serentak melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung hingga 17 Juli mendatang.

Kepala Dindikbud Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, menyampaikan MPLS merupakan tahapan krusial bagi siswa didik baru untuk mengenali lingkungan belajar yang baru. Materi MPLS di Ngawi di antaranya fokus utama mempersiapkan mental dan adaptasi siswa baru.

"MPLS ini bertujuan agar siswa-siswi baru bisa mengenal lingkungan sekolahnya, mulai dari lokasi, denah, hingga guru dan rekan-rekan OSIS. Selain itu, materi pendidikan karakter juga diberikan agar mereka siap mengikuti proses pembelajaran ke depan dengan sebaik-baiknya," ujar Kabul, Senin 13 Juli 2026.

Implementasi nyata dari arahan ini salah satunya terlihat di SMPN 2 Ngawi. Pihak sekolah tidak hanya memberikan materi pengenalan sekolah melainkan juga mengangkat isu-isu nasional yang sangat penting bagi generasi muda.

Kepala SMPN 2 Ngawi, Purwanto, menjelaskan ada tiga materi utama yang menjadi sorotan dalam MPLS tahun ini. Meliputi pencegahan radikalisasi ekstremisme dan terorisme atau di lingkungan sekolah,

sosialisasi anti-narkoba (Napza), dan pencegahan aksi perundungan (anti-bullying).

"Untuk ketiga program utama ini, kami mendatangkan narasumber dari Densus 88 (terkait ekstremisme-red), Dinas DP3AKB (terkait anti-bullying dan perlindungan anak-red), serta dari unsur Polres Ngawi (terkait anti-narkoba-red)," urai Purwanto.

Menurut Purwanto respon dari para siswa baru dinilai sangat positif. Anak-anak terlihat menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MPLS yang telah disiapkan.

Purwanto menjelaskan pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Ngawi sendiri menggunakan sistem klasikal yang terbagi ke dalam 10 gugus. Untuk memastikan kegiatan berjalan kondusif dan terpantau dengan baik, sekolah melibatkan tenaga pendidik dan pengurus OSIS dalam pendampingan. Setiap gugus dikawal oleh 2 orang pembina dari pihak guru dan 5 orang anggota OSIS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....