BPBD Kabupaten Madiun Petakan Titik Rawan Kekeringan saat Musim Kemarau
- 10 Jul 2026 16:47 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun memetakan wilayah berpotensi kekeringan. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi BMKG berlangsung lebih panjang tahun ini.
Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, memaparkan berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana BPBD Kabupaten Madiun, terdapat 71 desa di 13 kecamatan yang masuk kategori wilayah rawan kekeringan.
Tiga belas kecamatan yang masuk wilayah rawan kekeringan meliputi Kecamatan Balerejo, Dagangan, Dolopo, Geger, Gemarang, Jiwan, Kebonsari, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri, dan Kecamatan Wungu. Menurut Ageng, potensi kekeringan relatif lebih tinggi berada di wilayah selatan Kabupaten Madiun, terutama Kecamatan Dagangan dan Dolopo.
Ageng menyampaikan hingga 9 Juli 2026 BPBD Kabupaten Madiun menyatakan kondisi di lapangan masih berada dalam tahap aman.
"Sejauh ini Alhamdulillah potensi terjadinya kekeringan masih dalam tahap aman. Artinya belum ada yang sifatnya bencana kekeringan atau wilayah yang dilanda kekeringan ini risikonya atau dampaknya tinggi ataupun sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Jadi masih dalam tahap atau dalam taraf yang relatif aman," ujar Ageng, kemarin.
Meski kondisi masih relatif aman, Ageng menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan di seluruh 15 kecamatan di Kabupaten Madiun. Selain itu, BPBD Kabupaten Madiun juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk mengimbau penggunaan air secara lebih efisien selama musim kemarau.
"Memasuki musim kemarau akan lebih baik kalau penggunaan air bersih, baik skala rumah tangga maupun di luar kebutuhan pokok, lebih diefisiensikan dan diefektifkan," tambahnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Madiun juga telah menyiapkan sarana penanganan berupa tandon air berkapasitas besar untuk menghadapi dampak kemarau. Ageng mengatakan, sarana dan prasarana tersebut telah disiapkan sejak satu bulan sebelum musim kemarau. Sementara itu, BPBD juga berkoordinasi dan bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Perumda Air Minum (PDAM) untuk penyediaan air bersih.
"Untuk tandon Insyaallah kami siap. Sedangkan untuk air kami bersinergi dengan rekan-rekan di Damkar dan PDAM," ungkap Ageng.
Ageng menambahkan pihaknya juga didukung relawan yang bersiap siaga memberikan informasi mengenai potensi maupun kejadian bencana di wilayah mereka. Sementara itu, masyarakat yang mulai mengalami indikasi kekeringan atau kesulitan memperoleh air bersih diimbau segera melapor ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Madiun yang bersiaga selama 24 jam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....